Peristiwa

Afrika Selatan pertimbangkan kenaikan tarif hingga 50% untuk mobil impor dari China dan India

Afrika Selatan mengkaji kenaikan tarif hingga 50% untuk mobil impor dari China dan India guna melindungi industri otomotif dalam negeri.

Rabu, 28 Januari 2026 13:52

Afrika Selatan mempertimbangkan pengenaan tarif hingga 50% terhadap kendaraan impor asal China dan India. Langkah ini diambil untuk melindungi industri otomotif domestik yang tertekan akibat lonjakan impor kendaraan murah.

Departemen Perdagangan, Industri, dan Persaingan Afrika Selatan saat ini melakukan tinjauan internal guna mengkaji berbagai opsi kebijakan yang dinilai dapat membendung arus masuk kendaraan impor. Pemerintah menilai derasnya impor telah melemahkan kinerja manufaktur lokal. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah perubahan jadwal tarif impor agar selaras dengan konsesi World Trade Organization (WTO) untuk negara dengan status most-favored nation (MFN).

“Untuk kendaraan penumpang yang dirakit sepenuhnya, batas tarif yang diizinkan WTO adalah 50%, sementara tarif yang berlaku saat ini sekitar 25%,” ujar Komisaris International Trade Administration Commission (ITAC) Afrika Selatan, Ayabonga Cawe, dikutip The Economic Thimes, Rabu (28/1).

Ia menambahkan, pada komponen kendaraan masih terdapat ruang penyesuaian tarif, tergantung negara asalnya, yakni antara 10% hingga 12%.

China, India, dan Afrika Selatan merupakan anggota kelompok BRICS yang selama ini mendorong penguatan kerja sama perdagangan antarnegara berkembang. Namun, lonjakan impor kendaraan dari dua negara tersebut menjadi sorotan serius pemerintah Afrika Selatan.

Haidhar Ali Faqih Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait