Pembangunan jembatan perintis tersebut dikerjakan oleh 35 prajurit TNI dari Dandenzibang 1/IM Meulaboh. Kehadirannya menjadi penanganan cepat untuk memulihkan jalur antardusun yang sebelumnya terputus, sekaligus memberi akses yang lebih aman bagi warga selama menunggu solusi permanen.
Rusaknya jembatan gantung penghubung Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cereumen, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu menghadirkan kegundahan bagi warga terdampak. Hal itu karena warga terpaksa meniti jembatan tali baja untuk menuju sekolah, kebun, dan tempat beraktivitas.
Kini, harapan untuk melintasi sungai dengam aman menuju pusat aktivitas warga mulai dirajut kembali dengan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang rencananya akan mulai bisa diakses warga pada akhir Agustus 2026.
Di sisi sungai, pekerjaan telah memasuki tahap penguatan dan pengecoran tiang fondasi. Jembatan sepanjang sekitar 100 meter dengan lebar 1,2 meter ini dirancang untuk dilintasi kendaraan roda dua dan roda tiga, dengan kapasitas beban maksimal satu ton.
Pembangunan jembatan perintis tersebut dikerjakan oleh 35 prajurit TNI dari Dandenzibang 1/IM Meulaboh. Kehadirannya menjadi penanganan cepat untuk memulihkan jalur antardusun yang sebelumnya terputus, sekaligus memberi akses yang lebih aman bagi warga selama menunggu solusi permanen.
Koordinator Lapangan Pembangunan Jembatan Perintis Desa Sikundo, Letkol Czi Azhari Lubis, mengatakan jembatan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Target itu menjadi penting agar warga tidak lagi bergantung pada jalur darurat yang berisiko, terutama saat musim hujan.