Wilayah Tibet di Tiongkok diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 pada Kamis (22/10) malam waktu setempat. Peristiwa ini mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang cukup parah di kawasan utara Tibet.
Berdasarkan laporan The Guardian (23/10/2026) melalui media pemerintah setempat, bencana gempa bumi tersebut menyebabkan setidaknya 16 orang meninggal dunia dan 54 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, ratusan bangunan rumah warga serta fasilitas umum dilaporkan ambruk akibat guncangan keras yang dirasakan di kota Nagqu dan sekitarnya.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat bahwa gempa terjadi pada pukul 10.33 malam dengan titik pusat berada sekitar 191 kilometer di sebelah timur laut Nagqu, pada kedalaman 18 kilometer dan memicu runtuhnya setidaknya 339 unit rumah penduduk serta 20 gudang ternak (The Canadian Press, 23/10/2026).
Otoritas setempat langsung mengerahkan lebih dari 1.600 personel tim pencarian dan pertolongan (SAR), didukung oleh 300 petugas kepolisian serta hampir 350 personel pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Bantuan logistik darurat seperti unit rumah prefabrikasi, ribuan tenda, tempat tidur lipat, senter, hingga pakaian musim dingin telah dikirimkan ke lokasi bencana untuk membantu para korban terdampak.
Selain merusak bangunan, guncangan gempa juga memicu tanah longsor yang menutup sebagian jalur Jalan Nasional 317, sehingga jalur tersebut sempat dibatasi khusus untuk kendaraan darurat dan tim evakuasi.
Kini tim gabungan terus berpacu dengan waktu untuk melakukan evakuasi dan pembersihan bangunan reruntuhan.