JAKARTA – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik berupa erupsi yang memicu getaran di kawasan pesisir. BNPB (05/9) meminta masyarakat untuk tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh isu tak berdasar menyangkut potensi tsunami.
Sebagaimana dihimpun dari laporan ANTARA (05/9), peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan getaran yang cukup kuat hingga dirasakan oleh warga di kawasan pesisir Banten dan Lampung. Getaran tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan warga setempat lantaran memicu kembali rasa trauma terhadap peristiwa bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada akhir 2018 lalu.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak BNPB menegaskan agar masyarakat tetap tenang serta menyaring setiap informasi yang beredar. Menurut keterangan resmi BNPB yang dikutip dari ANTARA (05/9), warga diimbau untuk tidak hanya memantau pembaruan kondisi dari saluran resmi pemerintah, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, serta BPBD setempat.
Petugas gabungan dan pihak berwenang terus mengimbau para nelayan, wisatawan, maupun warga sekitar untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas di kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai dengan radius aman yang ditetapkan. Hingga saat ini, pemantauan ketat terhadap pergerakan vulkanik gunung tersebut masih terus dilakukan secara intensif guna memastikan keselamatan warga di sepanjang pesisir Selat Sunda.