Bertepatan dengan libur panjang, Isra Mikraj menjadi momen ibadah sekaligus berkumpul dan merawat tradisi Muslim Indonesia.
Peringatan Isra Mikraj setiap 27 Rajab selalu punya tempat tersendiri di hati umat Muslim. Apalagi ketika momennya bertepatan dengan libur panjang, suasananya terasa lebih santai dan hangat. Selain jadi waktu untuk beribadah, Isra Mikraj juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung, berkumpul bersama keluarga, dan mengikuti tradisi khas daerah.
Isra Mikraj sendiri merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Inilah kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Dari peristiwa inilah umat Islam menerima perintah salat lima waktu, yang hingga kini menjadi ibadah utama sehari-hari.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan Isra Mikraj adalah peristiwa luar biasa yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Karena itu, kisahnya tidak bisa dipahami hanya dengan logika manusia, melainkan dengan keimanan. “Isra Mikraj adalah kehendak Allah SWT yang Maha Kuasa, sehingga tidak dapat dinalar dengan akal biasa,” kata Buya Yahya.
Kisah Isra Mikraj juga disebut dalam Al-Qur’an, QS Al-Isra ayat 1, serta diriwayatkan dalam berbagai hadis. Dari sana, umat Islam diajak untuk tidak hanya mengenang peristiwanya, tetapi juga mengambil hikmah spiritual di baliknya.
Peringatan Isra Mikraj tahun ini jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Karena berdekatan dengan akhir pekan, momen ini menciptakan libur panjang yang dimanfaatkan banyak orang untuk mengikuti pengajian, zikir bersama, atau sekadar berkumpul dengan keluarga.