Kemensos mempercepat penyaluran bansos pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Hampir 1.000 ahli waris menerima santunan, bantuan lanjutan terus disalurkan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, santunan bagi ahli waris korban meninggal telah disalurkan kepada hampir 1.000 penerima sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Saifullah menjelaskan terdapat dua jenis bantuan sosial yang ada di Kemensos yakni bansos reguler dan bansos adaptif kebencanaan. Bansos reguler berupa Program Bantuan Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan secara nasional, termasuk untuk di tiga provinsi dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.
Sementara itu, bansos adaptif difokuskan pada fase kedaruratan serta tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Bansos adaptif itu salah satunya adalah bansos kebencanaan. Bansos kebencanaan dibagi dua, yang satu pada masa kedaruratan dan yang kedua pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Saifullah di konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
Pada bansos adaptif ini Kemensos menyalurkan santunan yang pertama kepada ahli waris korban meninggal. selanjutnya bantuan isi rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Kemudian, bantuan pemulihan ekonomi Rp5 juta per keluarga. Serta jaminan hidup Rp450.000 per orang selama tiga bulan.