close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Foto: tangkapan layar Youtube Kemendagri.
icon caption
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Foto: tangkapan layar Youtube Kemendagri.
Peristiwa
Kamis, 12 Februari 2026 06:03

Kemensos percepat bansos pascabencana di tiga provinsi, hampir 1.000 ahli waris terima santunan

Kemensos mempercepat penyaluran bansos pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Hampir 1.000 ahli waris menerima santunan, bantuan lanjutan terus disalurkan.
swipe

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, santunan bagi ahli waris korban meninggal telah disalurkan kepada hampir 1.000 penerima sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Saifullah menjelaskan terdapat dua jenis bantuan sosial yang ada di Kemensos yakni bansos reguler dan bansos adaptif kebencanaan. Bansos reguler berupa Program Bantuan Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan secara nasional, termasuk untuk di tiga provinsi dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.

Sementara itu, bansos adaptif difokuskan pada fase kedaruratan serta tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. 

“Bansos adaptif itu salah satunya adalah bansos kebencanaan. Bansos kebencanaan dibagi dua, yang satu pada masa kedaruratan dan yang kedua pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Saifullah di konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2). 

Pada bansos adaptif ini Kemensos menyalurkan santunan yang pertama kepada ahli waris korban meninggal. selanjutnya bantuan isi rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Kemudian, bantuan pemulihan ekonomi Rp5 juta per keluarga. Serta jaminan hidup Rp450.000 per orang selama tiga bulan.

“Untuk yang ahli waris saat ini sedang proses, hampir 1.000 sudah yang diterima oleh ahli waris di semua provinsi sesuai data yang diajukan kepada kami oleh bupati atau wali kota. Jadi penyalurannya secara bertahap,” ucap Saifullah.

Ia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang diverifikasi berjenjang, mulai dari BNPB, pemerintah kabupaten/kota, hingga mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri. Setelah itu, Kemensos menyalurkan bantuan kepada penerima yang telah tercantum dalam keputusan kepala daerah.

Penyaluran dilakukan melalui tiga mekanisme, yakni transfer perbankan, PT Pos Indonesia, atau pengantaran langsung oleh petugas apabila kondisi wilayah tidak memungkinkan. Pemerintah juga menyiapkan monitoring, evaluasi, dan pelaporan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta benar-benar dimanfaatkan keluarga terdampak.

Pada pekan ini, Kemensos mulai menyalurkan bantuan sosial tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di empat kabupaten yang telah memenuhi kesiapan administrasi serta verifikasi data.

“Kami diberi mandat untuk melakukan percepatan, percepatan data ini, tetapi tetap berhati-hati supaya bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang benar-benar berhak,” ujarnya.

Saifullah menambahkan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat validasi data penerima. Penyaluran bantuan lanjutan ditargetkan mulai berjalan setelah distribusi bantuan oleh BNPB selesai dilakukan.

“Kami akan mengikuti setelah BNPB menyalurkan. Jika administrasi selesai, minggu berikutnya kami menyusul untuk membantu dari sisi isian rumah, pemberdayaan masyarakat, dan jaminan hidup,” tutur Saifullah.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan