Peristiwa

Satgas PRR dorong penguatan tanggul sungai pascabanjir Tapteng, mitigasi permanen jadi prioritas

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari satu setengah jam sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Senin, 20 Juli 2026 20:00

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu (18/7) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Tukka. Meski genangan air telah berangsur surut dan penanganan darurat berlangsung cepat, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menilai langkah mitigasi permanen perlu segera dipersiapkan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari satu setengah jam sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Luapan sungai juga membawa sedimen yang menghambat aliran air di beberapa titik, termasuk pada akses jembatan yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat.

Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menjelaskan, penanganan darurat telah dilakukan secara cepat melalui kolaborasi pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait. Sedimen yang menumpuk di sekitar jembatan segera dibersihkan menggunakan alat berat sehingga akses masyarakat dapat kembali berfungsi.

"Langkah mitigasi yang harus kita lakukan adalah memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai. Sedimen yang diangkat tidak cukup hanya ditumpuk kembali, tetapi tanggul perlu diperkuat dengan batu atau bronjong sehingga saat debit air meningkat, lumpur tidak kembali masuk ke permukiman," ujar Fadjar di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Satgas PRR kini mengonsolidasikan langkah-langkah mitigasi bersama pemerintah daerah sebagai tindak lanjut penanganan darurat. Penguatan tanggul, penataan daerah aliran sungai, serta perlindungan titik-titik rawan luapan menjadi prioritas agar penanganan tidak berhenti pada pembersihan pascabanjir, tetapi berlanjut menjadi solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan.

Sahputra Reporter
Sahputra Editor

Tag Terkait

Berita Terkait