Bisnis / IHSG

Antisipasi pelaku pasar diprediksi mengikis pergerakan IHSG

Selain itu, juga dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Antisipasi pelaku pasar diprediksi mengikis pergerakan IHSG
Seseorang berdiri di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Antara Foto

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Kamis (6/12). Hal tersebut dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Juga sikap antisipasi pelaku pasar terhadap data global neraca perdagangan Amerika Serikat.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi Taulat, memperkirakan tekanan rupiah terhadap IHSG masih akan berlanjut pada perdagangan saham Kamis pekan ini. 

"IHSG bakal terkoreksi dengan diperdagangkan pada level support dan resistance di 6.065-6.160," ujar Lanjar dalam risetnya, Kamis (6/12).

Dengan demikian, Lanjar merekomendasikan saham-saham seperti PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP), PT Malindo Feedmil Tbk (MAIN), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS). 

Terpisah, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan pelemahan indeks tak hanya karena antisipasi pelaku pasar terhadap data ekonomi AS, tetapi potensi koreksi indeks juga terlihat secara teknikal.

"IHSG diprediksi melemah, level support berada pada level 6.041-6.087 dan resistance 6.156-6.179," ungkap Dennies.

Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, memprediksi IHSG justru berbalik arah positif. Hal ini ditopang oleh rilis data indeks keyakinan konsumen November 2018.

Menurut William, kepercayaan konsumen ke depan berpotensi lebih tinggi dari sebelumnya. Sehingga hari ini IHSG berpotensi naik ke rentang pergerakan 5.955-6.226,

"Data keyakinan konsumen salah satu data yang menunjukkan bahwa kondisi tingkat kepercayaan konsumen masih cukup besar terhadap pertumbuhan perekonomian," kata William.

Kemarin, IHSG terkoreksi 19,74 poin atau 0,32% ke level 6.133. Pelaku pasar asing yang sebelumnya tercatat beli bersih (net buy) sampai Rp1 triliun di all market, kemarin berbalik menjadi jual bersih (net sell) sebesar Rp709,16 miliar. Sementara rupiah tercatat terkoreksi 0,78% ke posisi Rp 14.403 per dolar AS. 


Berita Terkait

Kolom

Infografis