sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG lepas 40% saham pada IPO

PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. segera melakukan penawaran saham perdana (IPO)

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 20 Jun 2019 19:37 WIB
Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG lepas 40% saham pada IPO
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Sinar Mas Group akan melepas saham PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk ke publik. Perusahaan telah melakukan due diligence meeting dan paparan publik dalam rangka penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). 

PT Sinar Mas Multiartha Tbk. selaku pemegang saham perseroan, akan menawarkan saham sebesar 420 juta saham kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 40%  dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO. Dalam aksi korporasi ini, Sinarmas Sekuritas akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.

Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk Hamid Hamzah dalam keterangan persnya mengatakan tidak terdapat penggunaan dana dalam IPO ini dikarenakan tidak adanya penerbitan saham baru, melainkan divestasi pemegang saham lama milik PT Sinar Mas Multiartha Tbk.

Hamid melanjutkan, masa Penawaran Umum Perdana Saham Sinarmas MSIG akan dilakukan pada 1-3 Juli 2019. Adapun penawaran awal dimulai pada 20-21 Juni 2019. 

Saham Sinarmas MSIG yang bernominal Rp100 per saham itu direncanakan akan dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2019. Perseroan berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menerbitkan pernyataan efektif untuk IPO pada 28 Juni 2019.

Untuk diketahui, pada 2018, premi bersih perseroan tercatat sebesar Rp4,35 triliun, naik dari Rp3,797 triliun pada 2017. Sementara total pendapatan mencapai Rp5,094 triliun. 

Dari pendapatan tersebut, perseroan membukukan laba Rp342,536 miliar pada 2018. Aset Perseroan tercatat Rp15,554 triliun pada 2018. Sementara untuk tahun 2019, Perseroan menargetkan premi bersih mencapai Rp6,287 triliun. 

“Ke depan, premi bersih perseroan diperkirakan terus naik masing-masing menjadi Rp6,342 triliun dan Rp7,229 triliun pada 2020 dan 2021,” kata Hamid. 
 

Sponsored
Berita Lainnya