logo alinea.id logo alinea.id

Bank DKI targetkan laba naik 5% hingga akhir 2019

Perusahaan menargetkan bisa mengantongi total kredit Rp38,9 triliun atau naik 12%.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 30 Agst 2019 13:28 WIB
Bank DKI targetkan laba naik 5% hingga akhir 2019

Industri perbankan tak agresif mematok target laba tahun ini. Salah satunya, PT Bank DKI yang hanya menargetkan pertumbuhan laba 5% menjadi Rp840,3 miliar dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang Rp800,3 miliar.

Pertumbuhan laba itu akan ditopang oleh pendapatan bunga. Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan tahun ini perusahaan menargetkan bisa mengantongi total kredit Rp38,9 triliun atau naik 12%. Pada tahun sebelumnya, total kredit mencapai Rp34,7 triliun. 

"Kami akan menjaga rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada titik yang optimal, yakni 92%-94%," ujar Herry  saat dihubungi Alinea.id, Jumat (30/8).

Herry mengatakan, pada semester I-2019 ini kinerja Bank DKI menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal tersebut ditunjukkan dari realisasi total kredit dan pembiayaan sebesar Rp29,5 triliun per Juni 2019 atau tumbuh 5,9 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp27,9 triliun. 

"Pertumbuhan kredit Bank DKI didorong oleh kredit pada segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tumbuh sebesar 18% secara tahunan, dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,3 triliun pada semester I-2019," ujar Herry.

Pertumbuhan kredit segmen UMKM tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit mikro yang mencatatkan pertumbuhan 33,3%. Tercatat per Juni 2019 mencapai Rp843,0 miliar.

Kejar dana murah

Masih ketatnya likuiditas perbankan juga ikut memicu Bank DKI mendongkrak pertumbuhan dana murah. Perusahaan mencatatkan rasio dana murah (current account and saving account/CASA) per Juni 2019 sebesar 54,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 50,9%

Sponsored

"Bank DKI mencoba untuk mendorong pertumbuhan DPK murah berupa tabungan," kata Herry.

Kenaikan CASA diperkirakan turut mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 11% menjadi Rp41,4 triliun di akhir tahun ini.

Perusahaan saat ini memiliki jumlah nasabah mencapai 2,6 juta orang. Angka itu terbagi menjadi nasabah funding Bank DKI sekitar 2,5 juta orang dan sisanya sekitar 125.000 nasabah lending

Herry optimistis jumlah nasabah Bank DKI bisa naik ditopang oleh trasformasi digital yang telah dilakukan oleh perusahaan. Pihaknya telah meluncukan aplikasi mobile banking yang disebut JakOne Mobile. 

Fitur yang ditawarkan dalam aplikasi JakOne Mobile antara lain, mobile wallet, mobile banking, pay by QR, Payment dan Purchase, Online Shopping, serta berbagai fitur lainnya. Fitur itu diyakini kian memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari pada merchant yang bekerjasama dengan Bank DKI.

Selain itu, perusahaan juga meluncurkan berbagai program promo tabungan dan deposito sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk menabung di Bank DKI.

Bank DKI juga meluncurkan pelayanan baru pada tahun ini untuk menarik minat masyarakat. "Pada 2019 ini, Bank DKI telah menerbitkan Tabungan Monas iB, Tabungan Monas iB Bisnis, Tabungan Monas iB Qurban Sejahtera," ujar Herry,

Selain itu, perusahaan juga melakukan perluasan acquiring bisnis dengan pemasangan EDC di mini market wilayah Jakarta serta menghadirkan layanan e-Form consumer loan KMG dan KPR Griya Monas Bank DKI.

Untuk melayani masyarakat DKI secara optimal, saat ini Bank DKI memiliki 245 kantor layanan, 20 kantor layanan syariah, dan 242 layanan syariah (office channeling), serta 11 kas mobil.