sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Indonesia prediksi inflasi April 2020 capai 0,18%

Inflasi sepanjang April 2020 disumbang oleh kenaikan harga bawang merah dan jeruk.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 29 Apr 2020 14:13 WIB
Bank Indonesia prediksi inflasi April 2020 capai 0,18%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada April 2020 mencapai 0,18% secara bulanan atau month to month (mtm). Angka ini berdasarkan hasil survei pemantauan harga hingga minggu keempat April 2020.

"Kami sudah mendapatkan survei pemantauan harga sampai minggu keempat 2020. Berdasarkan survei di 46 kantor BI, kami perkirakan inflasi April 2020 tercatat mencapai sekitar 0,18% (mtm)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video conference, Rabu (29/4).

Dengan demikian, secara tahunan atau year on year (yoy), lanjutnya inflasi sepanjang April naik sebesar 2,78%. Lebih rendah dibandingkan Maret yang tumbuh 2,96% (yoy).

"Ini inflasi terkendali dan rendah dan ini lebih rendah dari inflasi di minggu atau bulan berikutnya. Kalau tidak salah, kami lihat inflasi Maret 2,96% dan Februari 2,78%," ujarnya.

Dengan demikian, kata Perry, inflasi selanjang April 2020 terkendali di sasaran target inflasi 2020 yaitu sebesar 3% plus minus 1%.

Perry memaparkan inflasi sepanjang April 2020 disumbang oleh bawang merah 0,1% dan juga jeruk. Sementara komoditas yang menyumbang deflasi adalah cabai merah 011% dan daging ayam 0,88%.

Menurut Perry, rendahnya inflasi pada bulan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan bahan pokok tersedia dan terjangkau bagi masyarakat. 

"Ini menunjukkan pemerintah komitmen untuk memastikan kebutuhan bahan pokok terpenuhi secara baik. Dengan adanya PSBB menurunkan tingkat permintaan sehingga menjadi bagian dari terkendalinya inflasi," ucapnya.

Sponsored
Berita Lainnya