close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Antara.
icon caption
Ilustrasi. Foto Antara.
Bisnis
Rabu, 30 Maret 2022 10:43

Pengamat: Banyak perusahaan IPO tahun ini karena telah menunda dua tahun

Dengan memanfaatkan pemulihan ekonomi, maka akan banyak perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham.
swipe

Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis, tahun ini akan semakin banyak perusahaan yang menggalang dana di pasar modal, seiring dengan ekonomi yang semakin pulih. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, keoptimisan dari BEI beralasan.

Menurutnya, dengan asumsi konflik antara Ukraina bisa cepat selesai dan tidak terjadi eskalasi, maka perekonomian Indonesia berpeluang untuk pulih dan bangkit pada tahun ini.

"Saya kira BEI punya alasan untuk optimistis," ungkapnya kepada Alinea.id, Rabu (30/3).

Piter menjelaskan, dengan memanfaatkan pemulihan ekonomi, maka akan banyak perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Setelah menunda selama pandemi ini.

"Memanfaatkan pulihnya ekonomi akan banyak perusahaan-perusahaan yang selama dua tahun terakhir menunda IPO akan merealisasikan IPO tahun ini," tuturnya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan data beberapa indikator pasar modal seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pertumbuhan positif.

"Jumlah investor di pasar modal Indonesia juga mengalami tren yang meningkat," ungkapnya kepada media, Selasa (29/3).

Menurutnya hingga saat ini minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana di pasar modal masih relatif baik. Terlihat dari antrean perusahaan yang ada di pipeline saham bursa.

"Jumlahnya masih meningkat dan diharapkan kedepannya dapat menambah jumlah Perusahaan Tercatat saham," harapnya.

Nyoman menyebut, berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor pasar modal per Februari 2022 telah mencapai 8,1 juta investor atau naik 8,2% dibandingkan Desember 2021.

IHSG yang menjadi indikator pergerakan harga saham juga telah menembus di atas angka 7.000. Kondisi pasar modal yang kondusif  tidak terlepas dari dukungan otoritas pasar modal dan stakeholders yang ada di pasar modal.

"Seluruh stakeholders pasar modal yang disupervisi oleh OJK terus berupaya menjadikan pasar modal Indonesia lebih inklusif," lanjutnya.

Beberapa kemudahan, kata Nyoman, telah diberikan bagi semua tingkatan perusahaan yang diwujudkan dengan berbagai penyesuaian peraturan dan penyusunan kajian terkait mekanisme pencatatan saham.

Kemudian, stabilitas ekonomi dia sebut juga turut mendukung pemulihan ekonomi nasional. BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada 17 Maret 2022 menunjukan angka 3,5% dan merupakan level terendah dalam lima tahun terakhir.

"Hal ini tentunya turut memperkuat pemulihan ekonomi nasional dan berdampak positif bagi pasar modal. Kami yakin bahwa semua hal positif di atas turut memberikan optimisme tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya," tegasnya.

img
Anisatul Umah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan