sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI imbau BUMN tak boros beli dollar AS

Bank Indonesia mengimbau kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tidak boros membeli dollar Amerika Serikat agar rupiah tak tertekan.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 27 Apr 2018 20:02 WIB
BI imbau BUMN tak boros beli dollar AS

Bank Indonesia mengimbau kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tidak boros membeli dollar Amerika Serikat agar rupiah tak tertekan.

Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan pembelian dolar oleh perusahaan pelat merah hendaknya dilakukan sewajarnya sesuai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar tekanan risiko pelemahan rupiah tidak terus terjadi.

Agus Marto berharap agar perusahaan-perusahaan BUMN bisa membeli valuta asing saat tengah membutuhkannya saja. Sehingga, bunga utang yang harus dibayar kala jatuh tempo tidak terus membengkak. 

"BUMN apabila ada kebutuhan untuk valuta asing, mereka enggak semuanya kemudian masuk ke market, beli on the spot (sesuai) kebutuhan valasnya. Karena mungkin baru jatuh tempo pada bulan September, November, atau bulan Desember," terang Agus, Jum'at (27/4). 

Menurut dia, pembelian dollar AS dapat dikoordinasikan supaya bisa membeli di awal sesuai kebutuhan yang diperlukan. Dia yakin perusahaan milik negara itu telah sadar risiko nilai tukar, agar Indonesia bisa memiliki resiliensi yang baik.

"Korporasi banyak utang yang sudah turun kalaupun valas mereka sudah mengikuti prinsip kehati-hatian BI. Mereka juga sudah mulai melakukan lindung nilai, rasio likuditas tertentu dan punya rating tertentu," jelas Agus. 

Meskipun saat ini belum semua korporasi sudah melakukan hedging atau lindung nilai, namun Agus mengatakan, OJK sudah memberikan persetujuan structure produk margin yang bisa ditiadakan dengan melakukan swap, dan sebagainya yang bisa dijajaki. 

"Secara umum, BUMN itu kan 51% sahamnya milik negara, dan kami tahu di BUMN itu sudah ada peraturan dari Menteri BUMN perihal bagaimana melakukan lindung nilai yang taat azas dan efisien," imbuh Agus. 

Sponsored

BI juga terus memperkuat operasi moneternya. Di antaranya dengan menambah frekuensi "FX Swap" di pasar uang, lebih dari satu kali selama sepekan. Hal itu akan dilakukan semaksimal mungkin untuk menjaga likuiditas rupiah dan valas di pasar. 

FX Swap sendiri adalah suatu proses transaksi jual-beli atau beli-jual valuta asing pada saat yang sama (Kombinasi dari kontrak FX Spot dan kontrak) untuk tanggal jatuh tempo yang berbeda. Biasanya kontrak FX Swap digunakan untuk mengubah tanggal jatuh tempo kontrak valuta asing dan memperoleh funding dalam mata uang yang berbeda. 

Berita Lainnya