close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi IHSG. Foto Antara/Dhemas Reviyanto
icon caption
Ilustrasi IHSG. Foto Antara/Dhemas Reviyanto
Bisnis
Senin, 09 Januari 2023 11:18

Emiten SUNI dan CBRE melantai perdana di BEI

Keduanya menjadi emiten kelima dan keenam yang masuk di bursa saham sepanjang 2023.
swipe

PT Sunindo Pratama (Tbk (SUNI) dan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) resmi melantai secara perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (9/1). Keduanya menjadi emiten kelima dan keenam yang masuk di bursa saham sepanjang 2023.

Emiten SUNI berhasil meraup dana Rp180 miliar pada masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 2-5 Januari 2023. SUNI diketahui bergerak di bidang aktivitas penunjang hulu minyak dan gas bumi, utamanya industri pipa seamless. 

Perseroan memasang harga penawaran Rp300 per saham dengan melepas 600 juta saham. Jumlah tersebut diketahui merupakan saham biasa atau 24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Pada listing perdana ini, SUNI mencatatkan 2,5 miliar saham yang terdiri dari 1,9 miliar saham pendiri dan 600 juta saham IPO dengan nilai nominal Rp100 per saham.

“Perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi pipa seamless dalam upaya meningkatkan market share, memperkuat industri pipa lokal, derta berupaya mendiversifikasi pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Singapura,” kata Direktur Utama PT Sunindo Pratama Tbk, Willy Johan Chandra dalam sambutannya di seremoni pencatatan perdana saham SUNI & CBRE, Senin (9/1).

Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk tiga kebutuhan. Pertama, sekitar Rp70,66 miliar atau sekitar 40,14% akan digunakan untuk pembelian sekitar 39,96% saham PT Rainbow Tubulars Manufacture (PT RTM). Perusahaan itu merupakan anak usaha yang saat ini 60% sahamnya dimiliki perseroan.

Kedua, sekitar Rp75 miliar atau 42,61% akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang usaha PT RTM kepada supplier dan modal kerja PT RTM untuk pembelian kebutuhan bahan baku dan pendukung, serta pembiayaan kegiatan operasional.  

Ketiga, sekitar Rp30,36 miliar atau 17,25% akan dipakai sebagai modal kerja, termasuk pembelian kebutuhan bahan baku dan bahan pendukung, serta membiaya kegiatan operasional SUNI. PT UOB Kay Hian Sekuritas dipilih perseroan menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Emiten kedua, CBRE berhasil menyerap dana IPO sebanyak Rp79,70 miliar yang berlangsung pada 2-5 Januari 2022 dengan melepas 738 juta saham atau 16,26% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Harga per saham pada IPO tersebut sebesar Rp108.

Emiten yang bergerak di jasa penyedia angkutan laut dalam negeri untuk barang umum pada listing perdana, mencatatkan saham 4,538 miliar saham. Jumlah ini merupakan saham pendiri sebanyak 3,8 miliar dan 738 juta saham IPO dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Perseroan juga memperoleh dana dari hasil penerbitan Waran sebanyak Rp342,7 miliar dengan menerbitkan 1.328.400.000 waran seharga Rp258 per saham. Adapun periode perdagangan waran seri I, yaitu 9 Januari 2023 hingga 7 Januari 202. Lalu, periode pelaksanaan waran seri I pada 10 Juli 2023 hingga 8 Januari 2025. Penjamin pelaksana emisi efek adalah PT RHB Sekuritas Indonesia dan Penjamin Emisi Efek, yaitu PT KGI Sekuritas Indonesia

CBRE akan memakai 40% dana IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) dengan menambah satu set kapal tug & barge dengan ukuran 300 ft. Sedangkan, 60% akan dipakai sebagai modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara keseluruhan, seperti membeli bahan bakar kapal, sewa kapal, dan biaya lainnya.

Melansir dari RTI Business, pada awal perdagangan Senin (9/1), saham SUNI hingga 10.22 WIB mengalami kenaikan 2% di level Rp306. Sedangkan, CBRE naik 34,26% di level Rp145.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan