close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Penandatangan kerja sama Percepatan Industri dan Transportasi antara Hexago, Ericsson, SKF, dengan PIDI 4.0. (Erlinda PW/ ALinea.id)
icon caption
Penandatangan kerja sama Percepatan Industri dan Transportasi antara Hexago, Ericsson, SKF, dengan PIDI 4.0. (Erlinda PW/ ALinea.id)
Bisnis
Senin, 05 Desember 2022 13:42

Indonesia dan Swedia perkuat kerja sama lewat SISP Week 2022

Kerja sama ini akan berfokus pada solusi teknologi, kebijakan, dan finansial dengan komitmen mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
swipe

Indonesia terus menjalin kerja sama dengan Swedia, salah satunya melalui Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) 2022 yang bertujuan untuk mencapai agenda Sustainable Development (SDGs) di tahun 2030. Kerja sama kedua negara ini dilatarbelakangi tantangan yang sama di saat ini, yaitu polusi lingkungan, sistem pengolahan sampah yang tidak memadai, dan ketergantungan energi fosil yang masih tinggi.

Tantangan tersebut pada akhirnya berdampak risiko pada perubahan iklim, sehingga berdasarkan kesepakatan pertemuan tahunan Conference of the Parties (COP) -27 dan Paris Agreement (Perjanjian Paris), Indonesia dan Swedia sepakat mengatasi ancaman perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon.

“Indonesia dan Swedia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan menetapkan tujuan untuk mencapai emisi nol bersih. Ini adalah tindakan yang tidak bisa kita tunda. Dan dengan bekerja sama, kita bisa mempercepat transisi hijau untuk mencapai ambisi kita,” ujar Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Marina Berg dalam pembukaan SISP Week 2022, Senin (5/12).

Peta jalan kerja sama ini nantinya akan berfokus pada solusi teknologi, kebijakan, dan finansial dengan komitmen mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Dipilihnya Indonesia dalam kerja sama keberlanjutan menurut Vice President and Head of Region South and Southeast Asia of Business Sweden Emil Akander ialah, Indonesia dinilai menjadi salah satu sepuluh negara manufaktur terbesar di dunia dan menjadi kawasan yang menjanjikan untuk berinvestasi.

“Daya beli yang terus meningkat, populasi yang mengerti teknologi, dan investasi publik yang besar mampu menciptakan peluang bisnis dan pertumbuhan di banyak industri,” kata Emil Akander.

Pada kesempatan ini, dilakukan juga penandatanganan kerja sama antara Hexagon, Ericsson, SKF Indonesia, dengan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) yakni sebuah lembaga pemerintahan yang menjadi bagian dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri di bawah naungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Untuk mempercepat industri pertumbuhan dan perkembangan energi hijau, Indonesia memiliki kebijakan industri hijau yang berfokus pada sertifikasi dan sertifikasi industri besar, pembangunan industri hijau, pengurangan emisi gas rumah, karbon, dan pembangunan rendah karbon, pemantauan sistematis efisiensi energi dan penggunaan energi primer dengan energi baru terbarukan (EBT), fasilitasi fiskal dan nonfiskal, serta penerapan ekonomi sirkular,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. 

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan