sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IPO, saham Repower Asia oversubscribed 87 kali

PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) melepas sebanyak 2,5 miliar saham.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 06 Des 2019 10:18 WIB
IPO, saham Repower Asia oversubscribed 87 kali

PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) melakukan pencatatan perdana saham mereka di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/12). Emiten pengembang properti ini melepas sebanyak 2,5 miliar saham baru atau setara dengan 37,69% dari seluruh jumlah saham perseroan. 

Emiten dengan sandi REAL ini membuka penawaran saham mereka dengan nominal Rp100 per lembar saham. Sehingga dengan penawaran ini perseroan memperoleh dana segar mencapai Rp250 miliar. 

Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham REAL dibuka menguat 70% ke level Rp170 per lembar saham, yang berarti saham ini terkena batas auto reject atas. Saham REAL diperdagangkan sebanyak empat kali dengan volume 2.610 lot senilai Rp44,37 juta. 

Direktur Utama Repower Aulia Firdaus mengatakan saat penawaran umum (pooling), saham perseroan kelebihan permintaan (oversubscribed )sebanyak 87,42 kali. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasukkan saham REAL dalam daftar saham syariah.

Selain itu, REAL juga menerbitkan 1,25 miliar waran seri I atau 30,25% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO. Periode pelaksanaan waran adalah 5 Juni-4 Desember 2020 dengan harga pelaksanaan Rp 105. 

Aulia mengatakan, seluruh dana hasil IPO uang didapat perseroan setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek akan digunakan untuk pelunasan pembelian lahan untuk pengembangan di beberapa lokasi strategis.

"Rinciannya, alokasi dana IPO akan digunakan untuk pelunasan pembelian lahan di Tangerang Kota mencapai 47,23%, lahan di Bekasi Timur sebesar 36,67%, lahan di Pasar Minggu 10,19%, dan lahan di Tangerang Selatan (Pondok Cabe) sebesar 5,92%," kata Aulia di BEI, Jakarta, Jumat (6/12).

Adapun berdasarkan prospektus perseroan, penjualan perseroan turun sebesar 50,18% menjadi Rp3,15 miliar per 31 Mei 2019, dari Rp6,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sponsored

Selain itu, per 31 Mei 2019 perseroan juga mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 93,31% menjadi Rp62,5 juta, dari Rp933 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Aulia menjelaskan penurunan pendapatan dan laba yang cukup dalam tersebut disebabkan oleh penurunan atas unit rumah yang dijual pada project Botanical Puri Asri. Selain itu, siklus penjualan juga sedang turun diakibatkan masa bulan puasa dan libur lebaran.

Meskipun penjualan dan laba perseroan terkoreksi cukup dalam, untuk tahun 2020, Repower menargetkan pendapatan mereka naik 190% pada 2020 menjadi Rp72 miliar, dibandingkan proyeksi tahun ini Rp24,8 miliar. Sejelan dengan hal tersebut, laba bersih Repower juga diprediksi naik 52% menjadi Rp9,6 miliar dari estimasi 2019 sebesar Rp6,36 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, Aulia mengatakan perseroan akan menerapkan empat strategi. Pertama, perluasan bisnis usaha. Kedua, fokus, tepat waktu, dan berkomitmen dalam menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan. 

"Ketiga, selalu berinovasi dan mengembangkan produk yang unik, kreatif, dan berkualitas, dan terakhir, menargetkan pasar berpenghasilan menengah,” ujar Aulia.

Untuk diketahui, hingga saat ini perseroan telah mengerjakan beberapa proyek antara lain Botanical Puri Asri, Green Botanical Garden, dan Pejaten Office Park. Adapun proyek-proyek ke depan yang akan dilaksanakan setelah IPO antara lain apartemen Bekasi Timur, apartemen Pasar Minggu, Pondok Cabe Town House, dan apartemen Tangerang.

Repower menggulirkan hunian berkonsep education and transit oriented development (ETOD) di sejumlah lokasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Konsep ini berorientasi menintegrasikan fasilitas pendidikan bagi para penghuni sekaligus memberikan kemudahan akses transportasi.

Berita Lainnya