sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kinerja Indosat terjungkal, rugi triliunan rupiah

Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. (ISAT) harus terjungkal lantaran rugi hingga triliunan rupiah pada kuartal III-2018 dari laba.

Sukirno
Sukirno Sabtu, 01 Des 2018 01:35 WIB
Kinerja Indosat terjungkal, rugi triliunan rupiah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 128776
Dirawat 39082
Meninggal 5824
Sembuh 83710

Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. (ISAT) harus terjungkal lantaran rugi hingga triliunan rupiah pada kuartal III-2018 dari sebelumnya laba.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Jumat (30/11), Indosat membukukan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp1,53 triliun.

Perolehan itu tentu berbanding terbalik dengan capaian laba yang diraup pada periode Januari-September 2017 senilai Rp1,09 triliun. 

Jika ditelisik lebih dalam, terpuruknya kinerja perusahaan provider selular ini lantaran koreksi pendapatan yang cukup besar. Total pendapatan perseroan anjlok 25% menjadi Rp16,77 triliun dari Rp22,56 triliun.

Pada periode Januari-September 2018, tekanan terbesar Indosat terjadi pada pendapatan selular yang merosot 29,6% year-on-year (yoy). Pendapatan selular Indosat mencapai Rp13,17 triliun dari tahun sebelumnya Rp18,73 triliun.

Manajemen emiten bersandi saham ISAT itu menyatakan dalam keterangan resmi, bahwa pertumbuhan triwulanan telah membaik. Bahkan, pendapatan perseroan meningkat 6% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Peningkatan ini merupakan bukti bahwa imbas registrasi kartu perdana telah mulai mereda," tulis manajemen Indosat.

Akan tetapi, EBITDA perseroan masih tertekan dengan anjlok 47,9% menjadi Rp5,2 triliun dari Rp9,9 triliun pada kuartal III-2017. 

Sponsored

Secara keseluruhan, jumlah pelanggan selular anjlok 33,9% dari 97 juta menjadi 64,1 juta. Penurunan terdalam terjadi pada pelanggan prabayar sebesar 34,6% yoy menjadi 95,8 juta dari 62,6 juta.

Meski demikian, manajemen Indosat tetap optimistis melihat peluang jangka panjang dalam kondisi pasar dengan basis pelanggan yang lebih loyal, serta chum yang lebih rendah.

"Ekspansi jaringan di luar Jawa saat ini sesuai jadwal di mana penggelaran jaringan 4G di tiga provinsi dari rencana lima provinsi telah rampung," tulisnya.

Analisa kinerja PT Indosat Tbk.

Kekuarangan dana

Sementara itu, manajemen Indosat membatalkan emisi obligasi dan Sukuk dengan sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) II senilai total Rp861 miliar. 

Direktur Utama Indosat Chris Kanter mengatakan alasan penghentian PUB II adalah karena sisa plafon yang tersedia pada PUB tersebut tidak mencukupi kebutuhan dana perseroan.

"Sehingga perseroan memutuskan untuk melakukan pernyataan pendaftaran baru atas PUB obligasi dan Sukuk III yang akan membuka kesempatan untuk memperoleh jumlah dana yang lebih besar bagi perseroan," kata dia dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (30/11).

PUB II telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Mei 2017. Secara keseluruhan, PUB II terdiri dari obligasi Rp9 triliun dan Sukuk Ijarah Rp1 triliun.

Perseroan telah menerbitkan obligasi Rp8,13 triliun dan Sukuk Rp1 triliun dalam tiga tahap. Sehingga, sisa target dana obligasi yang belum dihimpun mencapai Rp861 miliar.

Memang, Chris Kanter sebagai bos baru Indosat menyebutkan akan membutuhkan dana belanja modal (capital expenditure/Capex) senilai US$2 miliar setara Rp30 triliun (kurs Rp15.000 per dollar AS).

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (30/11), harga saham ISAT terpuruk 2,22% sebesar 45 poin ke level Rp1.985 triliun. Kapitalisasi pasar saham ISAT mencapai Rp10,78 triliun dengan imbal hasil negatif 62,06% dalam setahun.

Analis PT Danareksa Sekuritas Niko Marganoris menilai manajemen Indosat masih mengincar pendanaan untuk mendanai Capex 2019-2021 senilai US$2 miliar. Tahun depan, Indosat merencanakan akan merogoh kas internal untuk Capex tahun 2019 senilai Rp10,3 triliun.

Key financials ISAT

Berita Lainnya