sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Erick Thohir: Merger bank syariah BUMN jadi energi baru ekonomi Indonesia

Penggabungan ini akan membuat posisi bank syariah nasional lebih besar dan lebih solid.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 14 Okt 2020 08:50 WIB
Erick Thohir: Merger bank syariah BUMN jadi energi baru ekonomi Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, proses bersejarah merger tiga bank syariah milik BUMN yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri, akan mewujudkan sebuah bank syariah nasional yang solid dan berkaliber global.

Erick optimistis, bank syariah hasil merger akan menjadi energi baru bagi perekonomian Indonesia. Sebab, sebelum pandemi, kinerja bank-bank syariah di kuartal II-2020 sangat positif.

"Penggabungan ini akan membuat posisi bank syariah nasional lebih besar dan lebih solid. Sehingga, lebih banyak masyarakat Indonesia yang bisa merasakan manfaat kehadiran bank syariah nasional itu," ujar Erick Thohir dalam siaran persnya Selasa (13/10) malam.

Pemerintah sudah merencanakan dengan matang pembentukan bank umum syariah terbesar pertama Indonesia. Dengan penduduk mayoritas muslim, potensi perbankan syariah masih sangat besar. Hal tersebut juga memberikan opsi bagi masyarakat atau dunia usaha yang lebih nyaman menggunakan sistem perbankan syariah.

"Keinginan Indonesia memiliki bank umum syariah nasional terbesar di 2021 merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah, untuk mengembangkan dan menjadikan ekonomi keuangan syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional," katanya.

Strategi tersebut secara jangka panjang juga akan mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan syariah dunia. Menurut perhitungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merger tiga bank syariah itu akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan total aset senilai Rp207 triliun.

"Karena niat dan tujuan dari penggabungan ini baik, kami mengharapkan dukungan seluruh karyawan ketiga bank, nasabah, dan seluruh masyarakat Indonesia atas proses lahirnya bank syariah milik Indonesia. Bank ini akan menjadi bank syariah terbesar di Tanah Air, siap bersaing dengan bank konvensional, dan masuk Top 10 bank syariah di dunia. Insya Allah ini akan menjadi kebanggaan kita semua,” tutur dia.

Adapun usai penandatanganan Conditional Merger Agreement ketiga bank syariah tersebut, masih terdapat serangkaian proses dan tahapan sebelum merger berlaku efektif, termasuk di antaranya memperoleh persetujuan dari regulator. Oleh karena itu, selama proses berjalan, ketiga bank syariah akan tetap menjalankan operasional dan layanan seperti biasa secara optimal, termasuk dana para nasabah yang akan tetap terjaga dengan baik dan dijamin sesuai regulasi.

Sponsored
Berita Lainnya