logo alinea.id logo alinea.id

PLN bakal bangun SPLU untuk bus di Jabodetabek

Rencananya, 4 SPLU yang dibangun untuk memfasilitasi pengisian ulang bahan bakar bus-bus listrik milik Damri dan Jakpro.

Soraya Novika
Soraya Novika Senin, 18 Mar 2019 21:58 WIB
PLN bakal bangun SPLU untuk bus di Jabodetabek

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) memastikan pada 2019 akan membangun empat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Rencananya, 4 SPLU itu digunakan untuk memfasilitasi pengisian ulang bahan bakar bus-bus listrik milik Damri dan bus milik Jakpro atau PT Jakarta Propertindo.

“Kami lagi kerja sama dengan Damri dan Jakpro, mereka mau beli bus listrik. Rencana tahun ini sudah dibangun ya,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Djoko menjelaskan, tahap pertama pembangunan infrastruktur SPLU bakal dibangun di beberapa wialayah antara lain di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 

Seperti diketahui, Damri dan Jakpro telah memesan sejumlah bus listrik tipe Scania yang bakal didatangkan langsung dari Swedia. Bus jenis ini sebelumnya sudah ada dan dipakai sebagai bus Transjakarta tapi belum berbahan bakar listrik.

Djoko menjelaskan, kelebihan dari SPLU buatan PLN ini kemampuannya dalam mengisi daya dengan cepat atau fast charging, sehingga kendaraan tidak perlu menunggu lama saat mengisi energi listrik.

"Yang akan dibangun ini yang disebut SPLU fast charging, 15 menit saja sudah full terisi," katanya.

Adapun untuk tarif listrik yang bakal dijual ke Damri dan Jakpro, Djoko mengaku, PLN masih menghitungnya. Namun, ia memastikan biayanya lebih murah dari pembelian BBM.

"Biayanya lagi kita hitung dengan pihak pengguna," ucapnya.

Sponsored

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syovie Felianti Roekman, mengatakan biaya pembangunan SPLU fast charging ini terbilang mahal. Untuk membangun satu SPLU perlu meroghoh kocek Rp2 miliar.

"Masih dihitung skema bisnis. Bisa saja nanti investasi gabungan PLN, Damri, dan Jakpro," ucapnya.

Lantaran membutuhkan investasi yang besar untuk membangun SPLU ini, maka PLN pun mengaku terbuka kepada investor lain yang juga ingin membangun SPLU di wilayah tersebut. 

"SPLU yang kami siapkan, siapa pun bisa tapi nanti listriknya dari PLN," katanya.

Sementara itu, untuk pembangunan SPLU bagi kendaraan listrik pribadi, Syovie mengaku belum menentukan berapa banyak yang bakal dibuat.

"Masih dipetakan, termasuk titik lokasinya di Jakarta," tuturnya.

Pembangunan SPLU fast charging merupakan langkah dari implementasi Peraturan Presiden tentang Kendaraan Listrik yang belum juga ditandatangani Presiden Joko Widodo.