close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi kompor listrik. Freepik
icon caption
Ilustrasi kompor listrik. Freepik
Bisnis
Senin, 26 September 2022 09:37

PLN lakukan monitoring dan evaluasi program uji coba kompor listrik

Program ini telah dilaksanakan kepada 1.000 KPM di Solo dan 1.000 Denpasar.
swipe

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero melakukan pendampingan dan evaluasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk program uji coba kompor listrik. Program ini merupakan arahan Presiden Jokowi terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Menteri ESDM, Arifin Tasrif ,pada Kamis (23/9).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program ini telah dilaksanakan kepada 1.000 KPM di Solo dan 1.000 KPM di Denpasar. Pihaknya berfokus melakukan perbaikan pada program uji coba di dua kota tersebut.

"Kami terus memberikan pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat, sampai benar-benar dapat mengoperasikan penggunaannya secara mandiri dan beralih sepenuhnya ke kompor listrik," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (26/9).

Darmawan menjelaskan, masyarakat penerima program peralihan kompor listrik adalah pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA. Pihaknya memastikan tidak ada perubahan daya listrik pelanggan terkait uji coba ini.

Lebih lanjut, imbuh Darmawan, PLN menyediakan jalur kabel listrik khusus untuk memasak dengan daya yang cukup untuk kompor listrik. Jalur kabel ini terpisah dari instalasi listrik yang sudah ada dan tarifnya juga tidak mengalami perubahan.

"Meskipun disediakan jalur kabel khusus memasak oleh PLN, daya listrik KPM tidak mengalami perubahan. Yang 450 VA tetap 450 VA, yang 900 VA juga tetap 900 VA. Kami juga memastikan, tidak ada pengalihan daya 450 VA ke 900 VA sebagaimana yang sempat beredar di masyarakat," ujar dia.

Darmawan menuturkan, pemantauan dan evaluasi terus dilakukan. Termasuk mencatat masukan terkait kendala-kendala teknis yang dialami KPM dalam menggunakan peralatan memasak seperti panci dan wajan.

Kendati demikian, secara keseluruhan program ini menunjukkan perkembangan yang positif. Darmawan menilai, konsumsi kWh dari penggunaan kompor listrik semakin besar dan KPM mulai merasakan biaya memasak menggunakan kompor listrik lebih murah daripada LPG 3 kg. 

"PLN akan melaporkan data pemantauan dan evaluasi program uji coba kompor listrik di dua kota tersebut secara periodik untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan selanjutnya,” ucap Darmawan.

Ditambahkan Darmawan, pihaknya berupaya menjalankan arahan pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih di tanah air. Selain itu, juga mendukung upaya subsidi tepat sasaran, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia dari energi impor dan menggantinya dengan energi domestik yang lebih murah.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan