sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PLN sebut bahan bakar mobil listrik lebih murah 3 kali lipat

PLN menyatakan pasokan pembangkit listrik Jawa-Bali sudah siap untuk mendukung mobil listrik.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 17 Jan 2020 16:40 WIB
PLN sebut bahan bakar mobil listrik lebih murah 3 kali lipat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan biaya konsumsi bahan bakar mobil listrik lebih murah dibadingkan dengan mobil berbahan bakar minyak. Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan hal tersebut disebabkan adanya efisiensi energi dalam mobil listrik. 

Menurut Darmawan, untuk menempuh jarak 10 kilometer (km), mobil berbahan bakar minyak akan memerlukan BBM sebanyak 1 liter seharga Rp9.500 untuk BBM non-subsidi. Sementara, apabila menggunakan mobil listrik dengan jarak tempuh yang sama, hanya dibutuhkan daya listrik sebesar 2 kilo watt hour (kwh).

"Harga per kwh listrik saat ini Rp1.467, di kali dua Rp3.000. Jadi lebih murah," kata Darmawan di ngobrol pagi seputar BUMN bersama PLN, di Jakarta, Jumat (17/1).

Darmawan pun mengatakan PLN telah berkolaborasi dengan 20 perusahaan menyiapkan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Di sisi lain, Darmawan menyadari ada beberapa tantangan yang dihadapi untuk menghadirkan mobil listrik di Indonesia, salah satunya insentif bagi industri otomotif.

Darmawan menyebut harga mobil listrik saat ini masih mahal dan belum mendapatkan insentif meskipun Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu memang telah menerbitkan Peraturan Presiden tentang mobil listrik. 

Darmawan menilai, untuk mendorong harga mobil listrik lebih murah, perlu ada Peraturan Menteri guna menunjang Perpres tersebut. Sebab, meskipun harga biaya operasional murah, namun perpindahan ke mobil listrik akan lebih lambat jika harganya masih mahal.

"Harus ada peraturan turunan dalam bentuk Permen yang mengatur harga mobil listrik. Jika murah, tentu masyarakat otomatis akan beralih ke mobil listrik," ujar Darmawan. 

Sponsored

Kapasitas pembangkit listrik

Sementara itu, Darmawan menuturkan kapasitas tenaga listrik di pembangkit Jawa-Bali masih cukup untuk mendukung pengembangan mobil listrik.

"Tidak perlu nambah capex atau tambahan modal investasi, karena turun beban malam itu bisa digunakan untuk charging, malam hari," kata dia.

PLN bahkan merencanakan akan membuat program tarif diskon malam untuk pengisian daya mobil listrik di malam hari, guna menarik perhatian masyarakat akan mobil listrik.

Secara teknis, Darmawan menjelaskan, beban PLN peak-nya mulai turun pada pukul 22.00 WIB, dari 27 GW ke 19 GW untuk wilayah Jawa-Bali, kemudian beranjak naik lagi pada pukul 07.00 WIB.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya