sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ramadan berlipat nikmat, tak hanya ambil untung tapi juga jadi donatur

Era digital mempermudah masyarakat melakukan donasi secara online. Tidak hanya untuk para konsumen tetapi juga para pegiat usaha.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Rabu, 27 Apr 2022 09:47 WIB
Ramadan berlipat nikmat, tak hanya ambil untung tapi juga jadi donatur

Sudah dua tahun terakhir, Ratih Mayastuti (38) rutin meng-klik tombol donasi dalam sebuah aplikasi berbagi. Munculnya fintech (solusi teknologi keuangan) yang memungkinkan melakukan donasi telah mempermudah ibu satu anak ini bersedekah.

“Biasanya enggak rutin (bersedekah), tapi sekarang karena ada aplikasi, dalam hitungan detik saya bisa menyumbang sana-sini rutin tiap minggu,” kisahnya kepada Alinea.id, Kamis (22/4).

Aksi donasi ini biasa ia lakukan setiap hari Jumat. Karena, bagi muslim, sebagaimana anjuran Rasulullah Muhammad SAW, umat Islam diminta senantiasa memperbanyak amalan dan ibadah pada hari Jumat. Termasuk salah satunya adalah sedekah.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan dia kembali merogoh kocek untuk berbagi selain di hari Jumat. “Biasanya kalau ada bencana alam, aksi solidaritas untuk Palestina, atau untuk anak yatim juga sering selain hari Jumat,” tutur pengusaha makanan ini.

Ia mengaku mengenal donasi online ini kala berselancar di dunia maya. Saat membuka media sosial, Ratih menemukan iklan lembaga filantropi yang terselip di sela-sela timeline. Menurutnya, kisah yang diangkat para lembaga resmi dalam iklan tersebut sangat menggugah ibanya sebagai seorang ibu. 

Kebiasaan berbagi sepertinya sudah jamak dilakukan masyarakat Indonesia. Terbukti dengan dikukuhkannya Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia versi World Giving Index (WGI) 2021. Laporan yang dirilis Senin, 14 Juni 2021 lalu oleh CAF (Charities Aid Foundation) menempatkan Indonesia di peringkat pertama dengan skor dari 69%. Angka ini naik dari skor 59% di indeks tahunan terakhir yang diterbitkan pada tahun 2018. Kala itu, Indonesia juga menempati peringkat pertama dalam WGI.

Hasil penelitian CAF menunjukkan lebih dari 8 dari 10 orang Indonesia menyumbangkan uang pada tahun tersebut. Adapun tingkat kerelawanan di Indonesia tiga kali lipat lebih besar dari rata-rata tingkat kerelawanan dunia.

Gantikan cara konvensional

Sponsored

Status Indonesia sebagai negara paling dermawan ini makin diperkuat dengan riset yang dilakukan Gojek Indonesia bekerja sama dengan Kopernik pada 2020. Riset menyebutkan donasi digital mulai menggantikan cara konvensional, dan kelompok milenial yang paling sering berdonasi, namun secara nominal paling tinggi adalah Gen X. 

Disebutkan, kaum milenial rerata berdonasi 1,5x per bulan, sementara Gen X rata-rata nilai nominal donasi ada di angka Rp120.000. Sementara itu, di masa pandemi hasil riset justru menunjukkan kenaikan rerata jumlah donasi dari Rp64.000 menjadi Rp110.000 atau meningkat hingga 72%.

Pertumbuhan donasi digital per tahun menurut Lembaga Amil Zakat (dari hasil wawancara kualitatif) bahkan meningkat hingga dua kali lipat. Di sisi lain, pertumbuhan kumulatif organisasi nirlaba di platform galang dana meningkat 13 kali sejak empat tahun terakhir.

Tercatat, para donatur mengetahui inisiatif galang dana digital terbanyak melalui media sosial (48%), sementara platform digital yang digunakan untuk berdonasi adalah aplikasi (42%) dan galang dana digital (35%). Sementara, faktor utama dalam memilih berdonasi digital adalah ketersediaan metode pembayaran digital (47%) dengan kemudahan. Walaupun, kredibilitas lembaga filantropi tetap menjadi pilihan donatur untuk berdonasi.

Jualan sambil bersedekah

Tidak hanya pengguna media sosial maupun konsumen marketplace yang diuntungkan dengan donasi ala digital, pelaku usaha pun mempunyai ruang untuk menyalurkan donasinya. Misalnya, melalui program kampanye Ramadan Berlipat Nikmat besutan Tokopedia bagi para Mitra Tokopedia. Salah satu programnya adalah Belanja Otomatis Donasi.

Salah satu pegiat usaha tradisional di Mitra Tokopedia. Foto dokumentasi Tokopedia.

Kemuliaan bulan Ramadan ini pun tentunya tak ingin dilewatkan oleh salah satu Mitra Tokopedia, Iswandi untuk meraup berkah pahala. Pemilik warung Mitra Tokopedia ini memanfaatkan warungnya untuk berbagi dengan cara yang cukup unik.

Ia kerap berbagi dengan anak-anak di sekitarnya namun dengan ‘imbalan’ hafalan Al-Qur'an. “Anak-anak di sekitar sini suka jajan di warung saya, terkadang ketika membayar uangnya kurang. Saya tidak mencatatnya sebagai utang. Sebagai gantinya, saya meminta mereka membaca hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an,” sebutnya.

Terkadang, Iswandi juga melempar pertanyaan ringan terkait pengetahuan umum atau pelajaran sekolah kepada anak-anak tersebut. “Hitung-hitung sedekah dan juga menambah ilmu anak-anak sekitar,” timpal warga Tulungagung, Jawa Timur ini.

Iswandi sendiri sudah menggeluti usaha warung tradisional selama 20 tahun terakhir. Seiring berjalannya waktu, ia memutuskan untuk menyentuh penjualan secara online dengan bergabung dalam ekosistem Tokopedia.

Terhitung sejak September 2021 lalu, Iswandi tercatat sebagai salah satu pegiat usaha tradisional di Mitra Tokopedia. Memang, Mitra Tokopedia telah memberi keuntungan tersendiri bagi para pegiat usaha warung tradisional. Di era digital, para pemilik warung kelontong ini pada akhirnya bisa merambah pasar lebih luas melalui lapak di marketplace seperti Tokopedia.

Tak hanya itu, perusahaan teknologi dengan corak hijau ini juga memfasilitasi para penjual di platformnya untuk memperbesar skala usahanya sembari berdonasi, khususnya pada bulan Ramadan ini. Namun secara keseluruhan minat masyarakat berdonasi memang cukup besar.

“Kami sangat mengapresiasi para pegiat usaha tradisional yang telah berdonasi, salah satunya Pak Iswandi. Semoga donasi yang terkumpul dapat menginspirasi para pegiat usaha lainnya untuk berbagi kebaikan terhadap sesama,” ujar Head of New Retail Tokopedia Karina Susilo.

Sepanjang 2021, masyarakat Indonesia telah menyumbang lebih dari Rp160 miliar lewat fitur Donasi, Zakat dan Qurban di Tokopedia. “Hal ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam berbagi kebaikan tetap tinggi walau di tengah pandemi,” tambah dia. 

Karena melihat animo tersebut, di bulan suci ini, Tokopedia melalui ekosistem Mitra Tokopedia menghadirkan kampanye Ramadan Berlipat Nikmat tersebut. Program ini membuat para pegiat usaha tradisional, seperti pemilik warung dan toko kelontong, berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Tokopedia nantinya akan membantu menyalurkan donasi dari para pegiat usaha tradisional yang bergabung dalam Mitra Tokopedia kepada anak-anak, yatim piatu, kaum duafa dan para lansia dalam bentuk sembako,” jelas Karina.

Selain itu, Tokopedia juga menghadirkan program Undian THR yang diperuntukkan bagi para pegiat usaha tradisional yang memanfaatkan ekosistem Mitra Tokopedia dengan total nominal Rp150 juta.

Untuk diketahui, Mitra Tokopedia sendiri merupakan ekosistem yang dibangun Tokopedia untuk membantu para pegiat usaha tradisional seperti warung dan toko kelontong beradaptasi dengan era digital melalui pemanfaatan teknologi. Hanya lewat genggaman tangan atau melalui smartphone, para pemilik warung bisa berjualan produk digital seperti pulsa, paket data, voucher game, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), uang sekolah dan kuliah, dan lain-lain.

Infografik Berjualan lebih murah namun berkah ala Mitra Tokopedia. Foto Alinea.id/Firgie Saputra

 

Berita Lainnya