logo alinea.id logo alinea.id

Reliance Capital Management rencana IPO pada kuartal IV-2019

Reliance Capital Management  akan melepas minimal 15% saham kepada publik.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 29 Apr 2019 16:22 WIB
Reliance Capital Management rencana IPO pada kuartal IV-2019

Perusahaan jasa keuangan PT Reliance Capital Management (RCM) berencana untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 2019.

Group Chief Executive Officer (CEO) Reliance Capital Management Joel Hogarth mengatakan pihaknya akan melepas minimal 15% saham kepada publik.

"Kami banyak rencana di tahun ini, salah satunya akan IPO di kuartal IV-2019. Saat ini sudah diskusi dengan beberapa investor," ujar Joel di Jakarta, Senin (29/4).

Lebih lanjut, Joel mengatakan pihaknya sudah mulai menyiapkan beberapa hal yang diperlukan untuk menggelar IPO tersebut. Misalnya, menunjuk kantor akuntan publik dan penasehat untuk persiapan IPO.

Selain  itu, memberikan mandat kepada PT Reliance Sekuritas Indonesia untuk menjadi penjamin pelaksana efek atau underwriter IPO saham.

"Rencananya akan ada satu underwriter lagi, masih dalam proses penentuan dan diskusi. Tapi belum bisa kami sampaikan," ujar Joel.
Rencananya, IPO ini akan menggunakan buku laporan keuangan kuartal I-2019. Meski demikian, perseroan masih menunggu hasil audit laporan keuangan tersebut.

Dia mengaku, pihaknya masih mengkaji target dana yang dibidik melalui IPO. "Target dana belum bisa kami sampaikan, " katanya.

Lebih lanjut, Joel mengaku optimistis dengan rencana menggelar IPO saham pada 2019. Menurut dia, RCM lebih memilih menggelar IPO saham secara langsung, dibandingkan mendorong anak usahanya menjadi perusahaan publik.

Sponsored

"Kami percaya, nilai yang sesungguhnya akan lebih terlihat jika RCM yang melakukan IPO. Sebab, para investor bisa membeli saham perusahaan dengan layanan keuangan yang terintegrasi,” ujar dia.

Sejauh ini perseroan fokus dengan beragam layanan keuangan yang digeluti anak usahanya, seperti bisnis asuransi, sekuritas, manajemen asset, perusahaan pembiayaan (multifinance), dan modal ventura.

Fokus bisnis anak usaha

Sementara itu, Reliance Capital Management terus mendorong semua anak usahanya untuk mengembangkan bisnis, baik melalui kerja sama pihak ketiga untuk pemasaran, pengembangan layanan atau produk, maupun segmen nasabah yang dilayani.

Reliance Group memiliki beberapa anak usaha yang juga bergerak di sektor jasa keuangan yakni PT Reliance Sekuritas, PT Reliance Manager Investasi, PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia, PT Asuransi Reliance Indonesia, PT Reliance Modal Ventura, dan Bank Kesejahteraan Ekonomi.

Menurut Joel, anak usahanya, Reliance Sekuritas Indonesia akan didorong untuk mengembangkan bisnis penjaminan IPO saham mulai tahun 2019. Joel mengakui, Reliance Sekuritas Indonesia sudah mendapat mandat ataupun tengah 

Sementara itu, melalui PT Reliance Manajer Investasi, perusahaan berencana menjajaki penerbitan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) dan menambah variasi produk dana investasi real estate (DIRE). Perseroan menilai, peluang pengembangan produk alternatif investasi terbuka luas di Indonesi.

Joel mengatakan, pihaknya mendorong Reliance Manajer Investasi untuk mulai mengembangkan produk alternatif investasi. Adapun, pada Maret lalu Reliance Manajer Investasi telah merilis DIRE Reliance Centro City Residence atau produk alternatif investasi perdananya.

“Namun ke depan, kami masih memiliki pipeline untuk merilis produk KIK-EBA dan DIRE lainnya,” ujar Joel.

Pada tahun ini, Reliance Manajer Investasi menargetkan dana kelolaan atau atau asdet under mangement (AUM) mencapai Rp1 triliun. "Untuk kuartal I-2019 saya lupa angkanya, tapi untuk kuartal II-2019 kami punya target Rp500 miliar," ucapnya.