sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rupiah nyaris sentuh Rp15.300 per dollar AS

Kurs rupiah nyaris menyentuh level psikologis baru Rp15.300 per dollar Amerika Serikat.

Sukirno
Sukirno Rabu, 10 Okt 2018 02:33 WIB
Rupiah nyaris sentuh Rp15.300 per dollar AS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1986
Dirawat 1671
Meninggal 181
Sembuh 134

Kurs rupiah nyaris menyentuh level psikologis baru Rp15.300 per dollar Amerika Serikat.

Pada perdagangan Selasa (9/10), di pasar spot dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 0,13% sebesar 20 poin ke level Rp15.237 per dollar AS. Rupiah sempat menyentuh level tertinggi Rp15.284 per dollar AS, paling buruk sejak krisis ekonomi 1998.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia dipatok terdepresiasi ke level Rp15.233 dari hari sebelumnya Rp15.193 per dollar AS. Tekanan yang terus terjadi pada rupiah dinilai lantaran upaya pemerintah belum maksimal.

Wacana untuk mencari figur tepat bagi perbaikan perekonomian Indonesia dinilai diperlukan, menyusul kemungkinan Bank Sentral AS Federal Reserve diperkirakan kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.

Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo adalah melakukan reshuffle kabinet, salah satunya yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Justru Pemerintahan Jokowi di tahun terakhir pada periode pertama ini harus bisa menekan dollar AS dan mendongkrak nilai rupiah kita. Jangan sampai Desember nanti dollar naik, baru menteri mengatakan karena Amerika menaikkan bunga, jadi tidak bisa," katanya, Selasa (2/10).

Akan tetapi, menurut pandangannya, ketika ada pakar bidang ekonomi selain Sri Mulyani yang memiliki obat penawar untuk memperbaiki perekonomian Indonesia saat ini, maka hal itu perlu dipertimbangkan.

"Karena kita tidak ingin mempertaruhkan nasib rakyat karena seorang menteri, tetapi bagaimana dollar AS ini bisa turun dan rupiah kita naik supaya kesejahteraan rakyat kita meningkat," katanya.

Sponsored

Akan tetapi, model yang dipergunakan jangan sampai menguras devisa negara. Artinya, model yang digunakan harus mampu menekan dollar AS dan mengangkat kembali nilai rupiah tanpa memanfaatkan devisa negara.

"Boleh jadi model yang ditawarkan ekonom ini kemungkinan lebih baik. Tetapi, model itu jangan justru menguras devisa negara kita, bisa saja dollar AS itu turun, tetapi digelontorkan semua devisa kita, ya sami mawon (sama saja)," katanya.

Selain itu, model yang akan dipergunakan harus melalui uji publik terlebih dahulu agar masyarakat bisa menilai penerapan kebijakan ekonomi yang digunakan lebih baik dari sebelumnya.

"Kalau itu lebih baik, kita dorong Jokowi me-reshuffle kabinet. Reshuffle itu hak presiden, any time any where, dia bisa melakukan itu. Kita lihat realitas yang ada, sore ini saya monitor dollar AS sudah menyentuh angka Rp15.000 lebih," tegasnya. 

Berita Lainnya