sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sah, Waskita Karya lego dua ruas tol ke PT SMI

Divestasi ini merupakan strategi WTR untuk optimalisasi portofolio jalan tol dan mendukung percepatan penyelesaian konstruksi jalan tol.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 13 Apr 2021 15:16 WIB
Sah, Waskita Karya lego dua ruas tol ke PT SMI

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road (WTR) telah sepakat menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) atau Conditional Sale Purchase Agreement (CSPA) untuk melakukan dua transaksi, yaitu transaksi konversi saham (share swap) dan divestasi dengan pembayaran tunai.

Penandatanganan CSPA ini merupakan perjanjian divestasi 20% saham milik WTR di ruas Tol Semarang-Batang (JSB) dan 34,99% saham milik WTR di Cinere-Serpong (CSJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

SMI merupakan perusahaan pembiayaan khusus infrastruktur di Indonesia. SMI memiliki 10,62% saham di WTR.

Adapun, nilai transaksi konversi 10,62% saham SMI di WTR adalah sebesar Rp2,69 triliun yang dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama, dilakukan melalui konversi 6,12% saham SMI di WTR sebesar Rp1,55 triliun dengan dua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yaitu 13,2% kepemilikan saham WTR di JSB setara dengan Rp1 triliun dan seluruh saham WTR di CSJ sebesar Rp550 miliar. 

Sisa 6,8% kepemilikan saham WTR atas JSB, setara dengan nilai Rp515 miliar, akan diambil alih oleh SMI secara tunai dan dilaksanakan bersamaan dengan penyelesaian transaksi tahap pertama. 

Tahap kedua merupakan konversi atas 4,501% kepemilikan SMI di WTR sebesar Rp1,14 triliun yang akan dilakukan selambat-lambatnya setahun setelah transaksi tahap pertama selesai dilaksanakan.

“Para pihak sepakat sebagian besar penggunaan transaksi jual beli saham pada BUJT JSB dan CSJ akan digunakan untuk konversi saham SMI di WTR kepada Waskita,” kata Director Business Development & QHSE Waskita Karya Fery Hendriyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Sponsored

Sementara itu, Direktur Utama WTR Septiawan Andri menjelaskan, setelah menandatangani CSPA, WTR masih harus melakukan pemenuhan persyaratan administrasi dan memastikan proses divestasi dilakukan secara proper dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Hal itu dilakukan sebelum penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA) antara kami dengan SMI," ujarnya.

Kegiatan divestasi ini merupakan strategi WTR untuk optimalisasi portofolio konsesi jalan tol yang dimiliki dan mendukung percepatan penyelesaian konstruksi jalan tol, sesuai rencana pemerintah dalam bidang infrastruktur.

Sebagai informasi ruas Tol Semarang-Batang adalah salah satu ruas tol di Trans Jawa dan telah beroperasi penuh sejak Desember 2018 sepanjang 75 km. Ruas ini merupakan jalur penting di Trans Jawa yang menghubungkan Jawa Bagian Barat menuju Ibu Kota Jawa Tengah. 

Sedangkan ruas Cinere-Serpong merupakan bagian dari jaringan jalan Tol JORR 2 yang menghubungkan antara Jakarta dan Tangerang Selatan yang salah satu seksinya, yaitu seksi I telah beroperasi sepanjang 6.59 km dari total panjang 10,14 km.

Program divestasi ruas tol Waskita terus berproses, dan pada 2021 perseroan akan merealisasikan pelepasan kepemilikan saham di sembilan ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatera. 

Divestasi tersebut rencananya dilaksanakan melalui kerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA) dan diharapkan dapat memperoleh pendanaan sebesar Rp10 triliun hingga Rp11 triliun. 

Tak hanya dengan INA saja, rencana realisasi divestasi juga melalui skema tender terbuka kepada investor dalam dan luar negeri dan melalui skema RDPT.

Dana tunai hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk pelunasan kewajiban kepada kreditur dan sebagai modal kerja menyelesaikan proyek tol yang sedang dikerjakan. 

“Waskita menargetkan nilai seluruh divestasi ruas tol pada 2021 ini sebesar Rp10-11 triliun dengan pengurangan utang melalui dekonsolidasi jalan tol setidaknya sebesar Rp20 triliun,” ucap Fery.

Berita Lainnya