sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terbang ke level Rp4.790, saham BBRI catat rekor tertinggi sepanjang masa

Harga saham BBRI telah meningkat lebih dari 54 kali jika dibandingkan pada saat IPO.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 13 Jan 2021 19:02 WIB
Terbang ke level Rp4.790, saham BBRI catat rekor tertinggi sepanjang masa

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tercatat ditutup pada harga Rp4.790 per saham pada penutupan perdagangan, Rabu (13/1). Level harga tersebut tercatat menjadi rekor tertinggi Bank BRI sepanjang sejarah sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BBRI mencatatkan sahamnya pertama kali pada 10 November 2003, dengan penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) dijajakan pada harga Rp875 per saham.

Emiten berticker BBRI ini pun pernah melakukan stock split sebanyak dua kali, yaitu pada Januari 2011 dan November 2017. Dengan demikian, harga saham perseroan saat ini telah meningkat lebih dari 54 kali jika dibandingkan pada saat IPO.

Direktur Utama BBRI, Sunarso, dalam keterangan resminya menuturkan, pencapaian ini merupakan bukti kepercayaan investor terhadap strategi perseroan dalam menghadapi pandemi yang saat ini masih terjadi.

“Saham BBRI yang menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa merupakan sinyal bahwa investor memberikan respons positif terhadap penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik oleh perusahaan. Sustainability itu dihargai lebih tinggi daripada sekadar membukukan laba yang tinggi,” ujar Sunarso, Rabu (13/1).

Adapun sebelumnya, nilai saham BBRI pernah menyentuh titik terendah pada 18 Mei 2020 lalu, di harga Rp2.160 per unit. Dengan harganya saat ini, saham BBRI telah tumbuh 120% dari titik terendahnya di tahun 2020.

Selain itu, BBRI juga mencatatkan diri sebagai perusahaan pelat merah dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal, yang mencapai Rp590,83 triliun.

“Perseroan optimistis kinerja di tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020 lalu, dengan penyaluran kredit kami patok tumbuh 6% hingga akhir tahun 2021. Hal ini ini selaras dengan sinyal kebangkitan dari UMKM yang merupakan fokus utama bisnis BBRI,” tutur Sunarso.

Sponsored
Berita Lainnya