sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tiga pembangkit baru perkuat kelistrikan Sulsel

Keberadaan pembangkit listrik tersebut sebagai upaya mempercepat penyelesaian program listrik 35 ribu megawatt (MW).

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 02 Jul 2018 16:38 WIB
Tiga pembangkit baru perkuat kelistrikan Sulsel
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Tiga pembangkit listrik diresmikan di Sulawesi Selatan dengan kapasitas total 545 megawatt (MW). Ketiga pembangkit listrik tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya dengan kapasitas 2x100 MW dan PLTU Jeneponto Ekspansi berkapasitas 2x135 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidenreng Rappang (Sidrap) I Kapasitas 75 MW oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini (2/7). 

Menteri BUMN Rini Soemarmo mengatakan, program ini selalu kami perhatikan secara khusus agar percepatannya dapat berjalan dengan baik dan lancar. "Sehingga kapasitas listrik pun bisa memenuhi kebutuhan nasional," kata Rini dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/7).

Pasokan listrik dari PLTU Punagaya, PLTU Jeneponto dan PLTB Sidrap akan meningkatkan kapasitas dan keandalan listrik di Sulawesi Bagian Selatan. Hal tersebut diharapkan bisa mendorong sektor industri, menarik investor, dan menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat sekitar.

"Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan daya tarik investasi yang tinggi di Indonesia. Semoga seiring meningkatnya kehandalan listrik ini, investasi pun semakin meningkat hingga akhirnya masyarakat Sulawesi pun semakin sejahtera," ujar Rini.

Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir menambahkan, PLTU Punagaya 2x100 MW merupakan pembangkit milik PLN yang berlokasi di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Investasi PLTU ini mencapai US$ 290 Juta, dengan melibatkan 1.000 tenaga kerja. Unit 1 PLTU Punagaya telah beroperasi pada 23 November 2017 dan Unit 2 pada 15 Januari 2018. 

Sementara PLTU Jeneponto Ekspansi 2x135 MW dikembangkan PT Bosowa Energi dengan nilai investasi mencapai US$ 320 Juta. Kerjasama dengan PLN untuk pembelian tenaga listrik dari PLTU ini dilakukan pada Mei 2015, dan mulai mengalirkan energi listrik pada November 2017. Pembangkit ini juga menyerap tenaga kerja mencapai 1.000 orang pada tahap konstruksi, dan 100 orang pada tahap operasi.

Adapun PLTB Sidrap 75 MW dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi dengan nilai investasi mencapai US$ 150 juta. Perjanjian jual beli dengan PLN telah dilakukan pada 19 Agustus 2015. Pembangkit ini menyerap tenaga kerja total sebanyak 550 orang (500 orang tahap konstruksi, 50 orang saat beroperasi).

"Hadirnya kedua PLTU besar ini akan menambah daya mampu sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan menjadi 1.600 MW . Sedangkan beban puncak kelistrikannya mencapai 1.100 MW," kata Sofyan.

Sponsored

Selain itu, dalam kesempatan yang sama PLN juga melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek PLTU Sulsel Barru-2 Kapasitas 100 MW, Pembangkit Listrik tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk Kapasitas 40 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto 72 MW. Sehingga total investasi untuk enam proyek pembangkit ini mencapai Rp 16,4 triliun, dan melibatkan sedikitnya 5400 tenaga kerja dalam negeri.

Berdasarkan data PLN, saat ini, jumlah pembangkit program 35 ribu MW yang telah beroperasi dan comisioning mencapai 2.114 MW. Sedangkan pembangkit yang sedang dalam proses konstruksi mencapai 16.686 MW, dan pembangkit dalam proses financial close mencapai 13.481 MW. 
 

Berita Lainnya