close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Pexels
icon caption
Ilustrasi. Pexels
Bisnis
Minggu, 03 Oktober 2021 09:13

Trader sesalkan investasi saham kerap disebut judi

Minimnya pengetahuan soal trading kerap membuat investasi saham, kripto, reksa dana, dan forex dicampuradukkan.
swipe

Berkat kemajuan teknologi, proses transaksi saham melalui bursa tidak lagi sulit. Kini, pembelian saham dapat dilakukan dengan sangat mudah lewat berbagai platform penyedia yang memiliki legalitas atau izin resmi.

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang memercayai trading adalah bisnis perjudian. Sebetulnya, apa pengertian trading?

Melansir situs web Lifepal, trading adalah kegiatan jual beli di pasar modal, seperti pasar saham, pasar berjangka, dan pasar valuta asing (valas) atau forex.

Seorang full-time trader, Bekti Sutikna, mengatakan, kurangnya pengetahuan masyarakat soal trading kerap membuat mereka mencampuradukkan berbagai hal, seperti investasi saham, kripto, reksa dana, forex, dan lainnya. Padahal, investasi saham merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap perusahaan bukan bisnis perjudian.

“Kita itu membeli nilai perusahaan, hanya saja nilai perusahaan ini sangat besar sekali sehingga ada batasan persentase tertentu yang disebar ke masyarakat. Itu yang bisa kita beli,” katanya dalam webinar, Sabtu (2/10).

Bekti mengungkapkan, masyarakat perlu mencontoh orang-orang luar negeri yang khatam akan pentingnya investasi. Sebagian besar masyarakat luar negeri telah berinvestasi di pasar modal.

“Masyarakat semuanya berinvestasi di saham. Mereka berinvestasi dan kinerja perusahaan membaik, mereka pakai produknya. Jadi, tercipta suatu siklus yang bagus,” jelasnya.

Mengedukasi masyarakat dinilai sebagai pekerjaan rumah (PR) besar, termasuk baginya. Bekti ingin mengedukasi publik, bahwa saham adalah sebuah peluang bukan judi.

Dirinya menjelaskan, saham merupakan kepemilikan resmi dan memiliki lembaga penjamin. Bursa Efek Indonesia (BEI), salah satunya.

Baginya, trading merupakan keajaiban dunia ke-8. Untuk berinvestasi di saham, seseorang hanya perlu bermodalkan aset, pengetahuan, dan pengalaman yang perlu dibangun dan dikembangkan. 

Seseorang berpeluang mendapatkan profit hingga 30% tiap harinya jika investasi saham. “Itu memungkinkan karena batasan auto reject atasnya bisa sampai 35%," ungkapnya.

"Tetapi kalau di usaha yang riil, belum tentu nilai aset kita profit sampai segitu, belum tentu laku tiap hari. Makanya, dunia trading ini luar biasa sekali,” pungkas Bekti.

img
Silvia Ng
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan