logo alinea.id logo alinea.id

WIKA bidik kontrak baru Rp66,74 T tahun ini

WIKA membidik potensi kontrak baru senilai Rp66,74 triliun pada 2019 atau naik 32% dari 2018.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 30 Jan 2019 09:10 WIB
WIKA bidik kontrak baru Rp66,74 T tahun ini

PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) membidik potensi kontrak baru senilai Rp66,74 triliun pada 2019. Angka tersebut tumbuh 32% jika dibandingkan dengan kontrak tahun lalu yakni Rp50,65 triliun.

"Pada 2019 kami tidak pesimis, semua target meningkat karena potensi ekonomi juga naik dan konsumsi meningkat," kata Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana di Jakarta, belum lama ini.

Tumiyana menjelaskan perusahaan membidik proyek di sektor infrastruktur, properti, dan energi. Beberapa contoh proyeknya, yakni pembangunan kawasan hunian di Jawa dan Bali, Transit Oriented Development (TOD) di jalur strategis Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), pembangkit listrik, dan produksi massal motor listrik. 

“Nantinya, proyek properti akan dikerjakan oleh anak usahanya, PT Wijaya Karya Realty,” kata dia.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih menyebut entitas usaha itu memiliki proyek di daerah lain, seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Termasuk di dalamnya lokasi TOD yang berdekatan dengan stasiun seperti Stasiun Senen, juga Benhil yang terintegrasi dengan MRT," jelas Steve.

Steve mengatakan perusahaan menargetkan marketing sales dua kali lipat pada 2019 menjadi Rp3,1 triliun. Sepanjang 2018, Wijaya Karya Realty membukukan marketing sales mencapai Rp1,4 triliun.

"Wijaya Karya Realty akan menjadi andalan bagi Wijaya Karya untuk mengembangkan bisnisnya di sektor perumahan dan pengembangan kawasan," pungkas Steve.

Sponsored

Laba tumbuh 48,7%
Sementara, Tumiyana mengungkapkan WIKA menargetkan laba bersih senilai Rp3,01 triliun tahun ini. Angka ini tumbuh 48,7% dibandingkan dengan target 2018 senilai Rp2,03 triliun.

Tumiyana menyebut target tersebut bisa didorong dengan adanya kontrak-kontrak baru yang diraih WIKA.

Di sisi lain, dia mengungkapkan perhelatan pemilihan umum (pemilu) yang bakal dilaksanakan April medatang tidak akan menganggu operasional bisnis WIKA.

Hal itu terbukti dari beberapa pemilihan umum (pemilu) yang terjadi beberapa waktu terakhir, seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan pilpres sebelumnya.

"Jadi tidak ada isu politik ya, pemilu kemarin baik-baik saja di Jawa, Bali, Jakarta," ujarnya.