logo alinea.id logo alinea.id

WIKA bidik pendapatan Rp42,14 triliun ditopang infrastruktur

Emiten konstruksi BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membidik pendapatan tahun ini Rp42,13 triliun yang ditopang dari proyek infrastruktur.

Sukirno
Sukirno Selasa, 22 Jan 2019 02:03 WIB
WIKA bidik pendapatan Rp42,14 triliun ditopang infrastruktur

Emiten konstruksi BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membidik pendapatan tahun ini Rp42,13 triliun yang ditopang dari proyek infrastruktur. Kontraktor bersandi saham WIKA itu menargetkan perolehan laba sebesar Rp3,01 triliun sepanjang tahun buku 2019.

Optimisme WIKA pada 2019 juga tercermin dari kontrak baru yang ditargetkan tumbuh 32% menjadi Rp66,74 triliun dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp50,65 triliun. Optimisme itu sejalan dengan rencana WIKA untuk berinvestasi lebih agresif pada lini bisnis energi, properti dan infrastruktur.

"Dengan demikian, kontrak baru akan datang dari proyek-proyek investasi kami. Selain itu, investasi di sektor tersebut akan men-generate recurring income dan memperbesar rasio laba WIKA," kata Direktur Utama WIKA Tumiyana di Jakarta, Senin (21/1).

Dia menjelaskan guna mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan strategi yang terintegrasi. Bisnis WIKA pada sektor infrastruktur dan bangunan yang telah berkelanjutan, kata Tumiyana, akan mendukung pertumbuhan pada sektor energi dan industrial plant, industri serta properti pada 2019.

Dia juga mengakui bahwa masuknya WIKA pada investasi sektor-sektor tersebut, dipertimbangkan setelah melihat peluang besar di masa akan datang.

Pada sektor properti, WIKA melalui entitas anak PT WIKA Realty, kini tengah aktif membangun kawasan hunian di lokasi strategis yang berada di Pulau Jawa dan Bali. WIKA Realty juga menjadi pemain penting pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di jalur strategis Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Pada saat yang bersamaan, WIKA juga akan mengembangkan portofolionya di sektor energi dengan meningkatkan kepemilikan saham pada pembangkit-pembangkit listrik di Indonesia.

Dari sektor industri, WIKA saat ini sedang mendorong produksi massal motor listrik GESITS yang direncanakan akan dimulai pada 2019. Proses produksi ini akan dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi dengan target 60.000 unit.

Sponsored

Sederetan target itu akan menjadi lebih rasional untuk direalisasikan menyusul yang telah dicapai pada 2018. WIKA sepanjang tahun lalu berhasil menyelesaikan dengan baik banyak mega infrastruktur.

Di antaranya, venues Asian Games berkelas global seperti Jakarta International Velodrome, Jakarta International Equestrian Park, Stadion Madya, Lapangan Baseball & Softball, Basket hingga Squash Field.

WIKA juga menyiapkan moda transportasi modern berbasis kereta, seperti LRT dan MRT yang akan siap digunakan pada triwulan I 2019. (Ant).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rapatkan Barisan Samakan Tujuan, WIKA Gelar CEO Talk 2019 Menyambut tantangan 2019, WIKA gelar CEO Talk yang diikuti seluruh Manajemen Perseroan dan Entitas Anak di Puri Ardhya Garini, Jakarta, Jumat (18/1) Direktur Utama Tumiyana bertindak selaku pembicara didampingi oleh jajaran Direksi, Direktur Operasi 1 Agung Budi Waskito, Direktur Operasi 2 Bambang Pramujo, Direktur Operasi 3 Destiawan Soewardjono, Direktur Human Capital dan Pengembangan Novel Arsyad, Direktur Keuangan A.N.S. Kosasih dan Direktu QSHE Danu Prijambodo. Acara tahunan yang kali kedua digelar WIKA ini bertujuan dalam menyelaraskan tujuan bersama antara Perseroan dengan seluruh Entitas Anak dan Asosiasi. Hal ini menjadi kunci untuk menghadapi tantangan dan mencapai target - target di tahun ini. Sebagai bentuk kolaborasi bersama seluruh manajemen proyek WIKA dan Entitas Anak, acara ini melibatkan seluruh manajemen proyek perseroan dan manajamen proyek Entitas Anak. Konsolidasi difokuskan pada upaya peningkatan dalam sejumlah aspek yaitu kualitas pekerjaan, keselamatan kerja dan juga dari aspek finansial. Menurut Tumiyana, seluruh elemen yang berada di WIKA Group patut memiliki kualitas yang sama sehingga mampu untuk mengangkat brand WIKA di mata publik khususnya owner proyek. Selain itu, Tumiyana juga mendorong agar semua proyek yang dikerjakan oleh WIKA untuk menggunakan Building Information Modelling. Sebagai salah satu added value yang dimiliki oleh WIKA, BIM adalah salah satu andalan Perseroan untuk masuk ke dalam era digitalisasi sehingga dengan pemanfaatan teknologi dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih efisien berkat perencanaan yang lebih matang. #WIKA #WIKAMembangunNegeri #KerjaWIKAPrestasiBangsa

A post shared by PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (@ptwijayakarya) on