sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terdampak Covid-19, XL Axiata minta penundaan pembayaran PNBP

XL Axiata meminta pemerintah kembali memperpanjang penundaan menjadi 12 bulan dari semula dua bulan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 11 Mei 2020 17:21 WIB
Terdampak Covid-19, XL Axiata minta penundaan pembayaran PNBP
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

PT XL Axiata Tbk. (EXCL) meminta insetif pemerintah terkait penundaan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Biaya Hak Penyelenggara telekomunikasi akibat terdampak Covid-19. 

Direktur Utama XL Axiata Dian Siswarini mengatakan pihaknya bersama Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) pada 24 Maret 2020 telah mengirimkan proposal terkait penundaan pembayaran PNBP telekomunikasi tahun 2020 ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan tembusan ke Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

Dian melanjutkan, surat tersebut direspons dengan Permenkominfo No.3/2020 yang menyatakan bahwa jatuh tempo pembayaran PNBP biaya hak penyelenggaraan hak telekomunikasi (BHP Telko) dan kewajiban pelayanan universal (universal service obligation/USO) ditunda selama dua bulan menjadi 30 Juni 2020 dari semula 30 April 2020.

"Kami masih berharap pemerintah mengabulkan permohonan kami terkait penundaan pembayaran PNBP 2020 dari dua bulan menjadi selama 12 bulan, tanpa denda, sesuai surat ATSI yang telah diakomodir Kemenkeu," kata Dian saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (11/5).

Dian mengatakan pandemi Covid-19 membawa dampak yang tak sedikit bagi perusahaannya. Covid-19 membuat harga saham perusahaan tertekan. Berdasarkan data RTI Infokom, sejak awal tahun (Year-to-Date/YTD), harga saham emiten berkode sandi EXCL ini memang telah turun 23,17%.
 
Menurut Dian, Covid-19 juga menimbulkan ketidakpastian bisnis. Bisnis yang telah direncanakan perseroan saat ini harus disesuaikan dengan situasi yang ada.

"Sekarang kebutuhan coverage atau kapasitas berbeda dari yang kami perkirakan. Kemudian juga ada potensi rugi karena daya beli masyarakat sudah cenderung turun," tutur Dian.

Dian melanjutkan, dampak Covid-19 ke industri telekomunikasi baru terlihat di bulan April. Sebab, pada pertengahan April, XL Axiata melihat churn rate sudah mulai naik. Churn adalah pindahnya pelanggan dari satu provider ke provider lainnya.

"Kami perkirakan kenaikan churn itu karena masyarakat sudah kehilangan pekerjaan," ujar dia.

Sponsored

Sementara secara operasional, Dian mengatakan XL Axiata terdampak beban biaya pajak yang tetap berjalan dan beban biaya ekstra operasioal. Sebab, dalam situasi krisis ini banyak penyesuaian yang dilakukan perseroan.

"Selain itu yang kami rasakan beberapa partner sudah mulai kesulitan menjalankan bisnisnya, sehingga suplai chain mulai terganggu," kata Dian. 

Berita Lainnya