close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: Pixabay
icon caption
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Dunia
Senin, 25 Desember 2023 08:26

303 warga India ditahan di bandara Prancis

Legend Airlines menolak untuk mengidentifikasi perusahaan tersebut dengan alasan penyelidikan sedang berlangsung.
swipe

Pihak berwenang Prancis melarang terbang sebuah pesawat penumpang yang membawa 303 warga negara India, termasuk 11 anak di bawah umur yang tidak didampingi, di bandara Vatry. Kantor Kejaksaan Paris mengatakan ada dugaan motif perdagangan manusia dalam penerbangan itu.

Pesawat tersebut, milik Legend Airlines, sebuah perusahaan yang berbasis di Rumania, sedang dalam perjalanan dari Uni Emirat Arab ke Nikaragua dan singgah di bandara Vatry, sekitar 150 kilometer sebelah timur Paris, untuk mendapatkan bahan bakar.

Pihak berwenang Perancis menyita pesawat tersebut pada 21 Desember setelah menerima informasi anonim.

Pesawat tersebut disewa oleh perusahaan yang terdaftar di luar Uni Eropa dan Legend Airlines tidak berpartisipasi dalam penjualan tiket untuk penerbangan ini, kata pengacara maskapai tersebut Liliana Bakayoko kepada afiliasi CNN, BFMTV.

Bakayoko menambahkan bahwa perusahaan yang mencarter pesawat ini pernah menjadi klien setia Legend Airlines dan telah mencarter beberapa penerbangan sebelumnya.

Legend Airlines menolak untuk mengidentifikasi perusahaan tersebut dengan alasan penyelidikan sedang berlangsung.

Berdasarkan hukum Perancis, perdagangan manusia terorganisir dapat dihukum dengan hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda hingga US$3,3 juta.

Anak-anak di bawah umur di pesawat dipindahkan ke lembaga pemerintah yang sesuai untuk mendapatkan perawatan.

Jaksa mengatakan pada hari Minggu bahwa pesawat itu akhirnya diizinkan berangkat sementara dua penumpang yang diinterogasi oleh polisi “masih ditahan, diawasi oleh kantor kejaksaan Paris.”

Kedutaan Besar India di Prancis mengirim staf konsuler ke bandara untuk memberikan dukungan dan berhubungan dengan pihak berwenang setempat, katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

​Sebanyak 30 kru pesawat belum ditahan dan Kedubes India mengungkapkan bahwa  sejumlah penumpang mungkin pekerja dari UAE, yang akan dibawa ke Nikaragua sebagai titik awal untuk membawa mereka ke negara tujuan seperti Amerika Serikat dan Kanada. 

Sementara itu, Flightradar24 mengindikasikan bahwa Legend Airlines, perusahaan yang mengangkut para penumpang itu, hanya memiliki empat armada.

“Awak kabin semuanya sudah diperiksa dan dibebaskan dengan bebas,” kata Bakayoko. (CNN,timesofindia)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan