sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prancis geger, komplotan kriminal serang konvoi mobil tahanan untuk bebaskan 'Si Lalat'

Orang-orang bersenjata itu membawa "senjata berat" dan melarikan diri dari lokasi kejadian bersama Amra.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Rabu, 15 Mei 2024 10:05 WIB
Prancis geger, komplotan kriminal serang konvoi mobil tahanan untuk bebaskan 'Si Lalat'

Seperti adegan di film Holywood, empat pria bersenjata menyerang konvoi mobil pembawa tahanan di Prancis utara pada hari Selasa (14/5). Insiden ini menewaskan dua penjaga dan melukai tiga lainnya serta memicu perburuan nasional terhadap seorang pelarian yang dijuluki "Si Lalat".

Orang-orang bersenjata menyergap mobil van penjara yang merupakan bagian dari konvoi yang membawa terpidana pencuri dan tersangka gembong narkotika Mohamed Amra, 30, dari sidang gedung pengadilan ke penjara yang aman di Evreux, Prancis.

Keempat penyerang menggunakan kendaraan untuk mengikuti dan menabrak van yang membawa Amra di jalan tol segera setelah pukul 11.00 waktu setempat di jalan raya A154 di Val-de-Reuil di Normandia dan sekitar 85 barat laut Paris.

Para penyerang menggunakan Peugeot 5008 hitam untuk menabrak van polisi yang membawa Amra, dan empat orang menggunakan senjata otomatis untuk menembak van tersebut selama sekitar 2 menit.

Orang-orang bersenjata itu membawa "senjata berat" dan melarikan diri dari lokasi kejadian bersama Amra dengan mobil Audi putih, yang kemudian ditemukan polisi ditinggalkan dan terbakar sekitar belasan mil dari lokasi penyerangan.

Dua penjaga penjara tewas dalam serangan itu dan merupakan penjaga penjara Prancis pertama yang terbunuh saat menjalankan tugas dalam lebih dari tiga dekade.

“Serangan pagi ini, yang merenggut nyawa para penjaga penjara, merupakan kejutan bagi kita semua,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah postingan di X.

Serangan tersebut memicu penyelidikan perburuan dan pembunuhan secara nasional, namun tidak ada petunjuk 6 jam setelah serangan tersebut.

Sponsored

Macron mengatakan penegak hukum Prancis “tanpa kompromi” dalam melacak para penyerang dan menangkap kembali Amra.

Amra baru-baru ini dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena beberapa perampokan yang dijuluki "Si Lalat".

Polisi Prancis juga sedang menyelidiki Amra atas pembunuhan di Marseille dan dugaan penculikan dalam kasus lain.

Berita Lainnya
×
tekid