sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Alumni lakukan penembakan di bekas sekolahnya, tiga orang tewas

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang tewas termasuk tersangka dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.

 Ghina Mita Yuniarsih
Ghina Mita Yuniarsih Selasa, 25 Okt 2022 19:48 WIB
Alumni lakukan penembakan di bekas sekolahnya, tiga orang tewas

Seorang tersangka pria yang membawa senjata melakukan serangan di sekolah menengah di St Central Visual & Performing Arts High School pukul 13:00 GMT, St Louis, Misouri Senin (24/10).

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang tewas termasuk tersangka dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka. Saksi mata mengatakan, korban yang terluka dapat diselamatkan setelah senjata tersangka itu macet di tengah serangan.

Polisi mengatakan, korban yang tewas yakni, seorang gadis remaja dan dinyatakan meninggal di dalam sekolah, sementara seorang wanita meninggal di rumah sakit. Kemudian, tujuh orang yang terluka yakni, tiga perempuan, empat laki-laki dan mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.

Saat ini, masih belum diketahui bagaimana tersangka bisa masuk ke dalam sekolah, sementara pintu gedung sekolah terkunci. Sementara itu, motif atas serangan penembakan tersebut masih belum diketahui.

Sekolah Umum St Louis mengatakan, peristiwa ini polisi dengan cepat menghentikan pria bersenjata itu.

Komisaris polisi kota Michael Sack mengatakan, para siswa yang berada di dalam sekolah langsung berlarian keluar ketika petugas tiba dan mengatakan penyerang memiliki senjata panjang. Sudah ada tujuh petugas keamanan di lokasi untuk bertindak cepat dan memberi tahu staf lain dan menghubungi polisi.

Polisi sempat baku tembak dengan tersangka dan ia menyerah karena mengalami luka-luka. Polisi juga telah identifikasi tersangka sebagai mantan mahasiswa berusia 19 tahun.

Michael Sack menyampaikan, tersangka membawa ratusan peluru yang disortir ke dalam hampir selusin magasin berkapasitas tinggi dan dianggapnya sebagai peristiwa yang jauh lebih buruk.

Sponsored

“Ini adalah hari yang memilukan bagi kita semua,” tambahnya.

Atas peristiwa tersebut, agen FBI membantu penyelidikan. Seorang siswa mengatakan, tersangka telah berjalan ke seorang teman dan bertanya kepadanya: “Kamu siap untuk mati?”

Taniya Gholston mengatakan, pria bersenjata itu telah memasuki kelasnya dan mencoba menembaknya.

“Saya mencoba lari dan saya tidak bisa lari,” katanya.

“Saya dan dia melakukan kontak mata tetapi saya berhasil karena pistolnya macet,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa tersangka berkata: “Saya bosan dengan sekolah sialan ini,”

Polisi menjelaskan, tersangka tersebut merupakan siswa di sekolah St. Louis yang sudah lulus pada tahun lalu dan tidak memiliki riwayat perilaku kriminal.

Berdasarkan data outlet Education Week menunjukkan, sebanyak 35 penembakan di sekolah dan setidaknya satu orang tewas atau terluka sepanjang tahun ini. (BBC.com)

Berita Lainnya
×
tekid