sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia bantah dukung penyelidikan soal Covid-19

Sejumlah media asing melaporkan bahwa lebih dari 110 negara, termasuk Indonesia, mendukung resolusi yang digagas oleh Australia.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 20 Mei 2020 15:06 WIB
Indonesia bantah dukung penyelidikan soal Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Plt. juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah membantah laporan media asing yang menyebut Indonesia sebagai bagian dari koalisi negara yang mendukung adanya investigasi independen terkait asal-usul Covid-19.

Faizasyah menyatakan bahwa Indonesia sejak awal menjadi co-sponsor atau pihak yang mendukung resolusi "Covid-19 Response" yang diadopsi dalam pertemuan virtual World Health Assembly pada Selasa (19/5).

Sebelumnya, sejumlah media asing melaporkan bahwa lebih dari 110 negara, termasuk Indonesia, mendukung resolusi yang digagas oleh Australia terkait penyelidikan independen soal asal-usul coronavirus jenis baru.

"Kalau kita melihat resolusi tersebut secara utuh, tidak ada bagian yang spesifik meminta adanya suatu investigasi independen terkait asal-usul coronavirus jenis baru," jelasnya dalam pengarahan media secara virtual pada Rabu (20/5).

Faizasyah menegaskan, resolusi yang didukung Indonesia nyatanya merupakan upaya bersama negara-negara di dunia untuk membangun kerja sama internasional dalam penanganan Covid-19.

"Jadi kalau ditanya apakah Indonesia mendukung investigasi, jawaban saya adalah tidak ada rujukan mengenai investigasi dalam resolusi tersebut," lanjut dia. "Resolusi itu pada intinya ingin membangun kerja sama internasional."

Faizasyah menambahkan, Indonesia tidak ingin ada politisasi dari resolusi yang sebenarnya memiliki niatan baik bagi kerja sama internasional dalam penanganan krisis Covid-19.

Lebih lanjut, Faizasyah menyebut bahwa Tiongkok, negara di mana Covid-19 pertama kali terdeteksi pada akhir 2019, juga mendukung resolusi tersebut.

Sponsored

"Dengan demikian, sebenarnya konten dari resolusi itu tidak mengandung hal-hal kontroversial atau yang menimbulkan perdebatan," ujar dia.

Berita Lainnya