sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ledakan bom mobil di Mogadishu, 61 orang tewas

"Sejauh ini, kami telah mengevakuasi jasad 61 orang dan 51 orang lainnya terluka. Kemungkinan jumlah korban tewas akan meningkat."

Valerie Dante
Valerie Dante Minggu, 29 Des 2019 03:00 WIB
Ledakan bom mobil di Mogadishu, 61 orang tewas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Ledakan bom mobil di pos pemeriksaan di Mogadishu, Somalia, pada Sabtu (28/12) menewaskan 61 orang dan melukai puluhan lainnya. Tim penyelemat membawa janazah melewati puing-puing kendaraan yang berlumuran darah.

"Sejauh ini, kami telah mengevakuasi jasad 61 orang dan 51 orang lainnya terluka. Kemungkinan jumlah korban tewas akan meningkat," kata petugas medis, Abdikadir Abdirahman Haji Aden.

Korban terluka segera dibawa Rumah Sakit Madinah menggunakan ambulans. Berbicara kepada wartawan di lokasi ledakan, Wali Kota Mogadishu Omar Muhamoud mengatakan, pemerintah mengonfirmasi setidaknya 90 warga sipil, sebagian besar mahasiswa, terluka dalam insiden tersebut.

Sejauh ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan mematikan tersebut. Kelompok militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda, Al Shabaab, secara teratur melakukan serangan-serangan seperti itu dalam upaya melemahkan pemerintah.

Sponsored

Al Shabaab juga pernah melakukan serangkaian serangan di negara-negara Afrika Timur, seperti Kenya dan Uganda.

Serangan paling mematikan yang diduga dilancarkan Al Shabaab terjadi pada Oktober 2017, ketika sebuah truk bermuatan bom meledak di sebelah tanker berisi bahan bakar di Mogadishu. Ledakan besar itu menewaskan hampir 600 orang.

Kelompok militan itu terkadang tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang memicu kecaman publik besar-besaran, seperti pengeboman bunuh diri pada upacara kelulusan mahasiswa kedokteran pada 2009. (Reuters).

Berita Lainnya