sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ponakan tembak mati paman karena ayam jantan

Anggota keluarga mengatakan kepada polisi bahwa korban ditembak di dalam rumah. Korban ditemukan di kamar kecil.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Selasa, 04 Jun 2024 07:49 WIB
Ponakan tembak mati paman karena ayam jantan

Jika emosi menguasai seseorang, maka masalah sekecil apa pun bisa jadi pemicu untuk melakukan tindakan ekstrem. Ini juga yang terjadi pada seorang pria berusia 21 tahun asal Texas, Amerika Serikat. 
Ia menembak mati pamannya hanya karena rebutan dua ekor ayam jantan peliharaan.

Pembunuhan itu berawal ketika Aaron Cervantes, 21, dan seorang anggota keluarga pergi ke sebuah rumah di Mission, Texas, untuk mengambil ayam jantan yang dia klaim sebagai miliknya, menurut Kantor Sheriff Hidalgo County.

“Cervantes mulai mengeluarkan ayam jantan dari propertinya ketika dia dihadang oleh pamannya,” kata kantor sheriff di Facebook. 'Cervantes dan pamannya bertengkar mengenai kepemilikan ayam jantan dan saat itu Cervantes menembak pamannya dengan pistol.'

Polisi kemudian merespons menuju lokasi di blok 5700 Jalan Doffing di daerah pedesaan sesaat sebelum jam 4 pagi pada hari Kamis. Anggota keluarga mengatakan kepada polisi bahwa korban ditembak di dalam rumah. Korban ditemukan di kamar kecil.

Responden pertama menyatakan korban meninggal di tempat kejadian. Korban telah diidentifikasi sebagai Fernando Madrid, 54.

Penyelidik juga mengidentifikasi Cervantes sebagai keponakan Madrid. Cervantes kemudian ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan, dan dimasukkan ke penjara daerah.

Orang lain yang ditahan di luar rumah, anggota keluarga laki-laki yang mendampingi Cervantes, dibebaskan setelah diputuskan bahwa dia tidak melakukan tindak pidana, menurut kantor sheriff.

Halaman GoFundMe untuk biaya pemakaman Madrid menyatakan dalam bahasa Spanyol bahwa ‘tragedi yang mengerikan’ membuat seluruh keluarga dan teman-temannya mengalami ‘rasa sakit yang luar biasa’ dan nyawanya diambil secara ‘tidak adil’.

Sponsored

Keluarga tersebut ‘tidak memiliki sumber daya yang diperlukan saat ini dan tidak pernah berpikir’ bahwa ini akan menjadi hari terakhirnya, kata halaman tersebut.(metro)

Berita Lainnya
×
tekid