sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Venezuela krisis air dan listrik, KBRI Caracas pantau kondisi WNI

Kemlu memastikan bahwa KBRI Caracas siaga memberikan bantuan.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 01 Apr 2019 17:10 WIB
Venezuela krisis air dan listrik, KBRI Caracas pantau kondisi WNI

Terkait krisis air dan listrik yang sedang melanda Venezuela, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, KBRI Caracas terus memantau kondisi WNI di sana.

"WNI di Venezuela dalam pemantauan KBRI Caracas, perwakilan kita di sana siap siaga untuk membantu," tutur Iqbal dalam konferensi pers di Tjikini Lima, Jakarta, Senin (1/4).

Iqbal menuturkan bahwa jika ada WNI yang dalam kesulitan, KBRI Caracas siaga untuk segera memberikan bantuan.

"KBRI sudah memberikan hotline khusus kepada semua WNI yang ada di Venezuela. Jika mereka membutuhkan apa pun, termasuk bantuan logistik, KBRI akan mengupayakannya," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir menerangkan bahwa terdapat sekitar 48 WNI yang berada di Venezuela dan 33 di antaranya menetap di Caracas.

Pada Minggu (31/3), Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan pembagian jatah listrik selama 30 hari. Keputusan Maduro itu terjadi setelah pemerintahannya menyatakan pengurangan jam kerja dan penutupan sekolah menyusul pemadaman listrik besar-besaran di negara itu.

Langkah-langkah tersebut merupakan pengakuan yang tegas oleh pemerintah bahwa tidak ada listrik yang cukup untuk digunakan. 

Selama ini, pemerintah Maduro menuding pemadaman listrik bergilir yang dimulai pada 7 Maret dan berlanjut pada 25 Maret dipicu oleh sabotase.

Sponsored

Selain listrik, negeri kaya minyak itu juga mengalami krisis air.

Berbicara di televisi pemerintah, Maduro mengatakan bahwa dia telah menyetujui rencana 30 hari untuk membagikan jatah listrik. Di lain sisi, dia juga menjamin ketersediaan air bersih.

Namun, dia tidak merinci lebih lanjut tentang bagaimana rencana itu akan bekerja. 

Infrastruktur yang lumpuh, dengan sedikit investasi dalam jaringan listrik serta pemeliharaan yang buruk telah berkontribusi dalam krisis listrik yang melanda Venezuela.

Krisis listrik pun sulit diprediksi kapan akan berakhir.

Tanpa listrik, stasiun pompa tidak dapat bekerja sehingga layanan air terbatas. Lampu jalan dan lampu lalu lintas padam, SPBU tidak berfungsi, dan ponsel serta layanan internet juga mati.