sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anak positif Covid, kapan waktu yang tepat untuk lanjut imunisasi dasar?

Orang tua harus memperhatikan kesehatan dan mengajarkan kepada anak mengenai pentingnya protokol kesehatan.

Clarissa Ethania
Clarissa Ethania Rabu, 08 Sep 2021 20:48 WIB
Anak positif Covid, kapan waktu yang tepat untuk lanjut imunisasi dasar?

Angka kasus baru positif Covid-19 yang tak kunjung reda serta makin banyaknya varian baru, membuat waswas. Tak hanya mengancam orang dewasa saja, anak-anak pun dapat tertular virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk memperhatikan kesehatan dan mengajarkan kepada anak mengenai pentingnya protokol kesehatan, terutama saat berada di ruang publik atau tempat umum.

Tak hanya itu saja, pemberian suplemen seperti vitamin D dan zat besi juga perlu diberikan kepada anak. Hal penting lainnya adalah tetap menjalankan pemberian imunisasi dasar sesuai jadwal.

Menurut Dokter Spesialis Anak sekaligus Founder @tentanganakofficial, Mesty Ariotedjo pada bincang virtual Rabu (8/9), imunisasi secara teratur dapat melindungi anak dari Covid-19 dan virus tertular lainnya.

"Hal ini berlaku untuk semua anak-anak baik balita, batita, maupun bayi," ujar Mesty.

Mesty menyarankan agar orang tua selalu memperhatikan kebutuhan imunisasi pada anak. Begitu pula pada anak yang pernah positif Covid-19. Setelah sebulan terbebas dari Covid, orang tua dapat kembali melakukan imunisasi terhadap anak.

Selain pemberian imunisasi secara teratur, juga perlu memperhatikan pola makan dan kondisi anak. Untuk pola makan, katanya, perlu memastikan nutrisi pada anak yang lengkap dan seimbang.

"Bisa dilakukan dengan cara memberikan variasi makanan yang lebih beragam pada anak. Selain untuk asupan nutrisi, anak pun menjadi tidak bosan," imbuhnya.

Sponsored

Orang tua juga harus senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan anak. Jika anak memiliki gejala-gejala seperti sesak napas, demam, terdapat ruam, sakit perut, dan sebagainya, dia menganjurkan segera membawa ke fasilitas kesehatan. Selain itu, dianjurkan untuk memiliki termometer, alat pengecek saturasi, masker, hingga desinfektan di rumah.

Lainnya yang perlu dicatat, kata Mesty, orang tua jangan membiarkan anak berusia di bawah 2 tahun untuk keluar rumah. Pasalnya, anak dengan usia tersebut tidak memiliki proteksi yang kuat dan tubuhnya masih rentan.

"Sebisa mungkin anak-anak tidak berada di tempat keramaian," tuturnya.

Jika memang harus keluar karena keperluan yang mendesak seperti pergi ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi, maka orang tua harus memastikan beberapa hal. Yakni,

  • Pastikan untuk membuat janji terlebih dahulu saat ingin konsultasi maupun imunisasi ke fasilitas kesehatan, sehingga terhindar dari keramaian.
  • Anak wajib selalu didampingi orang tua atau pengasuhnya.
  • Anak harus dijaga jarak fisiknya minimal sejauh dua meter dari orang lain.
  • Anak usia 2-18 tahun dan orang dewasa wajib menggunakan masker.
  • Anak di bawah 2 tahun yang tidak memakai masker akan lebih baik diberi barrier atau penghalang saat bepergian, misalkan kereta dorong dengan penutup. Anak juga bisa digendong dengan posisi menghadap ke dada ibu atau ayahnya.
  • Jauhkan anak dari orang sakit.
  • Melakukan cuci tangan atau bersihkan tangan sesering mungkin.
  • Hindari memegang mulut, mata, dan hidung.
  • Setelah kembali ke rumah, wajib melepas dan membersihkan semua pakaian, alas kaki, telepon genggam, tas, jaket, kantong belanja, dan lain-lain. Setelah itu, orang yang baru beraktivitas di luar rumah wajib mandi dan keramas sebelum kontak dengan anak-anak dan bayi.
Berita Lainnya