Sebagian perempuan mungkin pernah diingatkan untuk menghindari air es ketika sedang menstruasi. Ada yang khawatir darah haidnya akan membeku, menstruasi menjadi tidak lancar, atau kram perut semakin parah. Namun, apakah minum air dingin memang perlu kita hindari selama haid?
Berikut penjelasan yang bisa kamu simak, dilansir dari Unicef tentang healthy menstruation (11/10).
Apakah Minum Air Es Memengaruhi Menstruasi?
Anggapan bahwa air es bisa menghambat keluarnya darah menstruasi masih sering terdengar di telinga perempuan. Tapi sebenarnya, minum air es saat sedang haid pada umumnya boleh dilakukan. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa air dingin menyebabkan darah haid membeku di dalam rahim.
Karena air yang diminum masuk ke sistem pencernaan dan bukan langsung menuju rahim. Oleh sebab itu, suhu air minum tidak membuat darah menstruasi membeku di dalam rahim.
Di sisi lain, air es terkadang juga dikaitkan dengan nyeri haid. Padahal, kram menstruasi umumnya berkaitan dengan kontraksi rahim yang dipengaruhi oleh prostaglandin, bukan semata-mata suhu minuman.
Apa yang Sebaiknya Diperhatikan saat Menstruasi?
Alih-alih terlalu khawatir tentang suhu air, ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan selama menstruasi, seperti memenuhi kebutuhan cairan, beristirahat cukup, dan mengenali perubahan yang tidak biasa pada tubuh.
Sebagai perempuan, kamu tidak perlu memaksakan diri minum air dingin jika merasa lebih nyaman dengan air hangat. Atau pun, tidak perlu pula menghindari air es hanya karena takut darah haid membeku.
Penutup
Pada dasarnya, minum air es saat haid boleh dilakukan. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa air dingin membuat darah menstruasi membeku atau menghentikan alirannya. Selama minuman tersebut membuat tubuh nyaman, tidak ada alasan untuk menghindarinya hanya karena mitos.
Yang lebih penting adalah menjaga kebutuhan cairan, memperhatikan kondisi tubuh, dan tidak mengabaikan gejala menstruasi yang tidak biasa.