Jalan-jalan di taman meningkatkan kemampuan verbal balita

Berjalan di taman bersama orang tua dapat meningkatkan keterampilan verbal anak.

Jalan-jalan di taman meningkatkan kemampuan verbal balita ilustrasi pixabay.com

Banyak orang tua menduga anak mereka yang masih balita tidak dapat berbicara secara komunikatif. Padahal anggapan tersebut belum tentu benar. Sebuah studi justru menemukan fakta anak justru menjadi lebih cerewet, saat mereka jalan-jalan di tengah tanaman hijau.

Mengutip Daily Mail, studi yang diterbitkan di Journal of Environmental Psychology itu menyebutkan, berjalan di taman bersama orang tua dapat meningkatkan keterampilan verbal anak. Kemampuan verbal yang mumpuni sangat penting untuk pendidikan anak kelak.

Dalam studi ini, para peneliti merekam video percakapan antara anak-anak berusia tiga dan empat tahun dengan orang tua mereka, saat mereka menelusuri taman kota atau arboretum (semacam kebun botani yang mengoleksi beragam jenis pepohonan). Masing-masing peserta studi menggunakan Go Pro di kepala untuk merekam percakapan.

Lantas mengapa tim peneliti fokus pada keluarga dengan anak berusia tiga dan empat tahun? Sebab anak-anak pada usia tersebut memiliki banyak hal untuk dikatakan, tetapi kesulitan untuk menemukan teman bicara yang tepat.

Para ahli pun menemukan percakapan di taman lebih responsif dan mengalir, dibandingkan perbincangan di dalam ruangan. Tidak diketahui alasan pasti atas temuan ini.

Namun para peneliti mengatakan bahwa kemungkinan berada di luar ruangan, terlebih di tengah tanaman hijau, mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati yang positif pada anak dan orang tua. Hal ini membuat percakapan menjadi lebih mudah.

Dr Thea Cameron-Faulkner, salah satu penulis studi sekaligus dosen senior Linguistik di University of Manchester, mengungkapkan, penelitian menunjukkan lingkungan alam dapat secara signifikan meningkatkan interaksi sosial, dalam hal ini meningkatkan kualitas percakapan antara orang tua dan anak.

Profesor Merideth Gattis, salah satu penulis studi, dari Cardiff University’s School of Psychology, menambahkan, salah satu aspek paling menantang dari percakapan adalah mendengarkan dan menanggapi apa yang dikatakan orang lain.

Sementara itu, Sam Williams, ahli arsitektur lanskap atau seni taman, yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, komunikasi yang positif dan menarik antara orang tua dan anak yang positif merupakan kunci keberhasilan tumbuh kembang anak.

Lantas Profesor Courtenay Norbury dari School of Psychology and Language Sciences at University College London, menambahkan, bahasa yang dimiliki anak-anak ketika mereka mulai bersekolah sangat menentukan kompetensi berbahasa dan bersosialisasi di kemudian hari.


Berita Terkait