close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Indonesia Bertutur 2022. Foto: mobile.twitter.com/potrenesa
icon caption
Indonesia Bertutur 2022. Foto: mobile.twitter.com/potrenesa
Sosial dan Gaya Hidup
Kamis, 08 September 2022 20:43

Kemendikbudristek gelar Indonesia Bertutur 2022 di Candi Borobudur

Manfaat dari festival tersebut, diharapkan menjadi sumber edukasi pengalaman dan inspirasi bagi masyarakat.
swipe

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan menteri-menteri bidang kebudayaan negara anggota G20, yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Melalui tema ini, Indonesia berharap dan mengajak negara-negara di dunia untuk bersama-sama mendukung pemulihan di berbagai sektor kehidupan.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid, menyebutkan dua tujuan Kemendikbudristek mengambil kepemimpinan G20 di bidang kebudayaan. Pertama, untuk membangun konsensus global untuk normal baru berkelanjutan. Kedua, menginisiasi agenda pemulihan global melalui pembentukan jaringan aksi bersama di bidang kebudayaan.

Sejalan dengan tema dan isu tersebut, Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, menggelar Festival Seni Budaya bertajuk 'Indonesia Bertutur 2022', di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 7-11 September 2022. Manfaat dari festival tersebut, diharapkan menjadi sumber edukasi pengalaman dan inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda untuk ikut melestarikan warisan seni dan budaya Indonesia kepada dunia.

Festival ini diharapkan dapat memicu kreativitas para seniman, utamanya seniman muda, sehingga ekosistem kreasi konten di Indonesia semakin maju dan semakin banyak konten yang memperkenalkan budaya Indonesia.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Ahmad Mahendra menjelaskan, melalui 'Indonesia Bertutur 2022', diharapkan dapat menjaga budaya tidak secara fisik, tetapi juga menjaga nilainya, dan mencapai ke generasi muda,

“Kita punya kekayaan budaya yang sangat luar biasa, tidak hanya keberadaan budaya secara fisik, tetapi terdapat makna yang relevan dengan keadaan sekarang dan masa depan. Inilah yang sebetulnya kita ingin, 'Indonesia Bertutur 2022' bisa menjaga warisan budaya sendiri dan memperbaiki situasi dunia saat ini dengan cara kebudayaan,” jelasnya melalui wawancara daring SMB, pada Kamis, (8/9).

Mahendra juga menjelaskan bahwa 'Indonesia Bertutur 2022' merupakan kolaborasi dari 900 pelaku budaya, baik dari pelaku seni, maupun pelaku di belakang layar seperti penata panggung. Sebanyak 119 karya yang dihasilkan dari hasil kolaborasi itu, menghasilkan pameran, festival seni pertunjukan, orkestra, dan ruwatan bumi (ungkapan syukur atas hasil yang diperoleh dari bumi).

Sementara Koordinator Umum IndonesianaTV Heni Wiradimaja, menyampaikan kabar baik kepada masyarakat, bahwa siaran G20 Kebudayaan dapat dinikmati melalui Indonesiana TV,

“Indonesiana TV sebagai kanal resmi dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, sangat mendukung agar masyarakat bisa tahu lebih banyak seputar G20 Kebudayaan dan apa saja yang dibicarakan oleh para menteri dan senior official dari berbagai negara yang bisa diselesaikan secara kebudayaan. Mulai 6 September, sudah menyiarkan kegiatan latihan-latihan 'Indonesia Bertutur 2022' dan mengenai lokasi Borobudur,” terangnya.

Sebagai perwakilan Indonesiana TV, Heni berharap masyarakat mulai kembali menengok bahwa kebudayaan Indonesia merupakan sumber tatanan sosial. Menurutnya, tanpa kebudayaan tidak ada perekonomian dan kehidupan berpolitik sebagai berwarga negara. Indonesiana TV membantu menyiarkan dan mensyiarkan bagaimana kebudayaan ini memiliki sisi penting dalam kehidupan Indonesia dan dunia.

img
Atikah Rahmah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan