sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Siapakah kaum Covidiot? 

Masih banyak warga yang menganggap enteng Covid-19.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Sabtu, 04 Apr 2020 13:30 WIB
Siapakah kaum Covidiot? 
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Covidiot merupakan gabungan dari kata Covid-19 dan idiot. Kamus urban (urban dictionary) mendefinisikan Covidiot sebagai orang yang mengabaikan peringatan terkait kesehatan dan keamanan atau orang yang sengaja menumpuk barang kebutuhan pokok di tengah wabah Covid-19. 

Di Indonesia, kaum Covidiot ternyata tak sedikit. Menurut catatan Polri, dua pekan setelah Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 pada Sabtu (21/3), sudah ada lebih dari 7.000 kerumunan yang dibubarkan personel Polri di lapangan. 

Perkumpulan massa yang dapat dibubarkan polisi semisal seminar, sarasehan, festival, pasar malam, pameran, dan resepsi. Kepolisian juga membubarkan kegiatan olahraga, kesenian, unjuk rasa dan pawai yang dihadiri banyak orang. Sejauh ini, pembubaran dilakukan lewat dialog dan imbauan. 

Anggota Ombudsman RI Adrianus Eliasta Meliala mengatakan, polisi tak bisa lagi bertindak lunak dalam membubarkan kerumunan. Menurut dia, butuh upaya paksa untuk warga yang bandel.

Sponsored

"Silakan polisi bubarkan kerumunan. Kalau perlu gebah (gertak) saja," ucapnya kepada Alinea.id di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Meski begitu, Adrianus tidak menyarankan agar para pelanggar imbauan social distancing ditahan. Menurut dia, sanksi denda sudah cukup. "Orang yang tidak taat polisi, lalu diminta KTP-nya atau ATM-nya. Polisi langsung men-tap dengan alat EDC dan e-money langsung terdebit," ujar dia. 
 

Infografis Alinea.id/Dwi Setiawan

Berita Lainnya