sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

40% dari anggaran Kemhan untuk bayar gaji

Pegawai Kemhan sangat banyak, yaitu 450.000 Aparatur Sipil Negara (ASN).

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 07 Nov 2019 15:55 WIB
40% dari anggaran Kemhan untuk bayar gaji

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memiliki amanah besar dalam struktur pemerintahan tanah air. Bukan hanya soal pertahanan negara, melainkan juga soal distribusi anggaran yang sangat fantastis.

Pada Tahun Anggaran 2020 Kemhan mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp127,35 triliun. Bersumber dari rupiah murni sebesar 82,8%, pinjaman luar negeri 7,1%, rupiah murni pendamping 4,3%, pinjaman dalam negeri 1,9%, Pendapatan Nasional Bruto (PNB) 2,1%, dan Badan Layanan Umum (BLU) 1,8%.

Direktur Jendral Potensi Pertahanan (Pothan) Kemhan Bondan Tiara Sofyan, menjelaskan, anggaran tinggi yang diajukkan Kemhan ini wajar adanya. Hal tersebut sejalan dengan beban tanggung jawab Kemhan menjaga pertahanan.

Semua anggaran tersebut dibutuhkan guna belanja barang, belanja operasional, biaya pegawai, dan sebagainya. Alokasi yang paling banyak untuk menggaji pegawai. "Dari total yang disebutkan, sekitar 40% itu untuk gaji," kata Bondan di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

Kemhan lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk gaji, lantaran pegawai Kemhan sangat banyak, yaitu 450.000 Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu penting untuk Kemhan memprioritaskan anggaran tersebut demi menciptakan kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM).

Awalnya alokasi anggaran untuk gaji hanya 30%. Namun lantaran pada tahun depan ada kenaikan upah minimum, maka alokasi anggaran pada sektor ini harus ditambah. 

"Dan kemudian 30% lainnya adalah untuk belanja barang. Belanja barang itu di antaranya, belanja operasional juga. Nah sisanya itu, untuk modal. Kalau untuk biaya perawatan, sebagian masuk ke belanja operasional," terangnya.

Berangkat dari itu, itu artinya sepertiga dari anggaran Kemhan dipergunakan untuk belanja modal, yaitu pembelian kebutuhan dari luar maupun dalam negeri.

Sponsored

"Kami sudah hitung berdasarkan periode 2014-2019, yang berbasis pada anggaran dan kontrak. Kontribusi dari industri pertahanan, baik swasta maupun BUMN ada 31,5% dari total pembelian alutsista," sambungnya.

Sementara alokasi anggaran yang paling kecil dikeluarkan untuk riset atau pengkajian.