sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Aktivis lingkungan minta negara menyelamatkan hutan

Kebakaran hutan yang terus berlangsung berpotensi menghilangkan salah satu kebanggan Indonesia, yakni hutan tropis.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Minggu, 15 Sep 2019 17:50 WIB
Aktivis lingkungan minta negara menyelamatkan hutan

Hutan tropis Indonesia merupakan terbesar ketiga di dunia. Wilayah itu merupakan kawasan yang sangat kaya dalam menjaga kelangsungan hidup satwa-satwa yang mendiaminya. Tetapi sayangnya masyarakat harus menghadapi kenyataan pahit, di mana sebagian besar hutan di Sumatera dan Kalimantan mengalami kebakaran hebat.

Dewan Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Khalisah Khalid, mengatakan, pihaknya mengingatkan kepada pemerintah agar memperhatikan isu penyelamatan hutan.

"Kami ingin mengingatkan presiden bahwa penyelamatan hutan Indonesia menjadi penting apalagi belakangan, hampir sebulan, kita kembali mengalami kebakaran hutan dan lahan, dan semakin masif di Sumatera dan Kalimantan," katanya pada Car Free Day (CFD) dibilangan Bunderan HI Jakarta.

Khalisah mengaku perlu terus mengingatkan pemerintah, lantaran dalam pidato Visi Indonesia yang di sampaikan Presiden Joko Widodo, di Sentul Bogor beberapa waktu lalu, sama sekali tidak menyebutkan isu penyelamatan lingkungan dan penyelamatan hutan.

Di sisi lain, kebakaran hutan yang di alami Indonesia sudah terjadi berlangsung lama. Hal itu tak pelak menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan.

Sementara aktivis dari Koalisi Golongan Hutan Kurie, mengatakan, kebakaran hutan yang terus berlangsung berpotensi menghilangkan salah satu kebanggan Indonesia, yakni hutan tropis.

Hutan tropis Indonesia, merupakan kawasan yang sangat kaya dalam menjaga kelangsungan hidup satwa-satwa yang mendalaminya. Di dalam hutan tropis juga menyimpan kekayaan budaya karena ada manusia yang tinggal di atasnya, seperti masyarakat adat atau masyarakat yang memang tinggal di dekat hutan.

Selain hutan tropis, ekosistem gambut juga terancam lantaran menjadi salah satu bagian hutan yang belakangan ini sering terbakar pula.

Sponsored

"Jangan lupa juga, Indonesia adalah pemilik lahan gambut salah satu yang terbesar di dunia. Sekali saja gambut terbakar, itu gak bisa balik lagi seperti semula karena airnya pergi, akan menjadi tanah kering aja dan bisa jadi gurun," tegasnya. Sekalipun ada upaya melakukan restorasi gambut, hal tersebut tetap sulit mengembalikan seperti sedia kala.

Tak kalah mengerikan selain kebakaran adalah, ketika lahan gambut dikeringkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab atau menjadi kering. Itu berarti gambut sudah memasuki stadium kesekian menuju proses mati.

Perlu diketahui, berdasarkan data Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, kebakaran hutan dan lahan untuk 2019 sudah mencapai 328,722,00 hektare. Data tersebut dihitung berdasarkan analisis citra satelite landsat 8 OLI/TIRS yang di overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan hasil groundchek hotspot dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni.

Di sisi lain, luasan itu bukan tak mungkin terus bertambah karena karhutla di Indonesia masih terus terjadi.
 

 

 

Berita Lainnya