sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG: Musim kemarau terjadi di April 2021

Musim kemarau pada April 2021 akan mulai dialami di beberapa zona musim, yakni Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Sabtu, 27 Mar 2021 21:26 WIB
BMKG: Musim kemarau terjadi di April 2021

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2021 akan mulai terjadi pada April 2021.

Musim kemarau akan mulai dialami di beberapa zona musim, yakni Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa. Sedangkan, 27,5% wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni 2021, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua.

“April sampai Mei 2021 merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (masa pancaroba). Meski sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau, namun tidak serentak,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran pers, Sabtu (27/3).

Hasil pemantauan BMKG terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas terus melemah. Pemantauan kondisi Indian Ocean Dipole Mode (IOD) diprediksi netral hingga September 2021.

Lebih lanjut, April hingga Mei merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. BMKG mengimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, puting beliung, atau hujan es yang biasa terjadi pada periode tersebut.

Bencana hidrometeorologi

Sementara itu, meskipun prediksi puncak musim hujan terjadi pada Februari, namun bencana hidrometeorologi masih mengancam.

Hujan intensitas tinggi menjelang akhir Maret telah mengakibatkan banjir di beberapa wilayah, seperti Aceh Jaya, Pidie Jaya, Bandung, Sumedang, Nganjuk, Garut, dan Banjar. 

Sponsored

Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, banjir terjadi pada Kamis (25/3) pukul 16.30 WIB dan menggenangi sembilan desa di lima kecamatan. 

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, banjir mengakibatkan 60.539 jiwa terdampak, yaitu di Kecamatan Dayeuhkolot 19.950 jiwa, Bojongsoang 7.070 jiwa, Baleendah 32.799 jiwa, Rancaekek 720 jiwa. 

Total korban yang mengungsi sebanyak 39 jiwa, meliputi di Dayeuhkolot 24 jiwa, dan Baleendah 15 jiwa.

Sementara itu, banjir di wilayah Provinsi Aceh teridentifikasi di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Jaya. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, banjir pada Kamis (25/3) pukul 17.00 WIB itu, mengakibatkan kerugian. 

Selain menyebabkan banjir di beberapa wilayah, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor, seperti di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Insiden ini terjadi pada Kamis sore (25/3).

Berita Lainnya