close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Gedung BRIN. Foto brin.go.id
icon caption
Gedung BRIN. Foto brin.go.id
Nasional
Senin, 18 Juli 2022 17:17

Tok, BRIN batalkan renovasi ruangan Ketua Dewan Pengarah senilai Rp6,1 miliar

Ruang kerja Ketua Dewan Pengarah BRIN, sejak awal tidak termasuk dalam rencana renovasi.
swipe

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membatalkan rencana renovasi ruangan di Gedung B.J. Habibie Lantai 2 BRIN di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang semula akan dilakukan. Renovasi ruangan yang menelan anggaran Rp6,1 miliar ini sebelumnya dikritik banyak pihak, salah satuny DPR.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, perencanaan penataan ulang ruangan tersebut akan di-review. Menurut dia, renovasi bertujuan mengubah ruangan yang ada sebelumnya menjadi ruang rapat dan ruang kerja. Ruang kerja Ketua Dewan Pengarah BRIN sejak awal tidak termasuk dalam rencana renovasi.

"Renovasi kami batalkan," ujar Laksana Tri Handoko dalam keterangan pers, Senin (18/7).

Ia mengaku ada hal yang terlewat tidak diketahui secara mendetail, yaitu tentang renovasi ruang Ketua Dewan Pengarah. 
Menurut dia, sejak awal tidak ada rencana mengubah ruangan Ketua Dewan Pengarah BRIN.

"Kebutuhan renovasi hanya untuk wakil, sekretaris, dan anggota dewan pengarah," ucap dia.

Penataan ulang atau revitalisasi fungsi ruangan tetap perlu dilakukan, namun harus diputuskan berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satunya, perubahan fungsi yang ada saat ini seperti lounge, ruang makan, dan ruang audio (mirip fungsi ruang karaoke) di lantai 2 menjadi ruang rapat besar. 

Sebelumnya lantai 2 gedung tersebut digunakan oleh satu orang, yaitu Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). "Sejak awal, Ketua Dewan Pengarah BRIN mengimbau untuk mengurangi hampir 40% luasan ruang kerja eks-Kepala BPPT tersebut, yang sangat besar itu, untuk dijadikan ruang kerja dewan pengarah lainnya," katanya.

Efektivitas koordinasi dan komunikasi di antara Dewan Pengarah BRIN adalah alasan utama dilakukan penataan ulang fungsi ruangan di lantai 2. Ia menyebutkan, sementara ini sebagian dewan pengarah bekerja di lantai 23, bahkan sebagian lagi belum punya ruangan. 

Pertimbangan lain, usia beberapa anggota dewan pengarah sudah cukup sepuh. Sebut saja Emil Salim dan Bambang Kesowo, yang selama ini bekerja di lantai yang sangat tinggi. Untuk itu, ruangan seyogianya dijadikan satu demi efektivitas koordinasi dan komunikasi. Selain itu ruangan yang dulunya kebesaran, mewah, berlebihan, akan diubah dan difungsikan menjadi jauh lebih optimal.

Kepala BRIN menekankan, kendati renovasi yang dilakukan BRIN dibatalkan, ke depan penataan harus selalu mengedepankan pada fungsionalitas dan efisiensi anggaran. 

"Ruangan yang ada di lantai 2 nantinya adalah ruang rapat besar dan kecil, ruang kerja dewan pengarah (2 Wakil Ketua, Sekretaris, 6 anggota Dewan Pengarah BRIN. Ruang kerja Ketua Dewan Pengarah tidak ikut diubah sama sekali, seperti rencana semula," kata dia.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan