sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Embuskan isu keperawanan, pelatih Shalfa akhirnya meminta maaf 

Permintaan maaf terhadap Shalfa dituliskan dalam selembar kertas bermaterai.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Minggu, 15 Des 2019 22:55 WIB
Embuskan isu keperawanan, pelatih Shalfa akhirnya meminta maaf 

Keluarga atlet senam artistik Shalfa Avrila Siani akhirnya bertemu dengan tim pelatih senam kontingen Jawa Timur untuk PON 2020. Menurut kuasa hukum keluarga Shalfa, Imam Mukhlas, dalam pertemuan itu, pelatih Shalfa meminta maaf karena mengembuskan isu Shalfa tak perawan. 

"Pada hari ini telah tercapai penyelesaian dan permintaan maaf dari pelatih. Dan, pihak pelatih berharap dan menjamin Shalfa untuk dipersiapkan sebagai kontingen Jawa Timur untuk PON 2020 di Papua," kata Imam Mukhlas saat dihubungi, Minggu (15/12)

Pertemuan tersebut digelar di sebuah hotel di Kediri, Jawa Timur. Seluruh pelatih senam artistik ikut serta dalam pertemuan itu. Begitu juga dengan kedua orangtua Shalfa. Namun, Shalfa tidak ikut dalam pertemuan itu karena masih memulihkan psikologisnya.

Menurut Imam, pertemuan tersebut merupakan inisiatif dari tim pelatih Shafa. "Sebelumnya dari pelatih membuat janji lewat telepon seluler untuk bersedia bertemu dengan keluarga," ujar dia. 

Dalam pertemuan itu, lanjut Imam, keluarga dan pelatih sepakat menandatangani permintaan maaf resmi dalam selembar kertas bermaterai. "Sehingga dengan adanya kesepakatan tersebut masalah yang sebelumnya sempat terjadi sudah selesai," ujar dia.

Shalfa sebelumnya didiskualifikasi dari Sea Games dan kontingen Jawa Timur untuk PON 2020 di Papua karena dituding tidak perawan. Akibat tudingan itu, dara yang masih duduk di kelas 3 sekolah menengah atas itu mengalami stres dan harus dirawat di rumah sakit karena kondisi psikologisnya terganggu. 

Tak hanya itu, Shalfa juga harus pindah sekolah karena takut dirisak oleh teman-teman sekolah dia. Shalfa diketahui kini telah kembali bersekolah di salah salah satu SMA di Kediri. 

"Saat ini, Shalfa sudah mulai sekolah di Kediri. Dari pihak sekolah juga mendukung penuh, difasilitasi. Tapi, proses pendampingan dari RSUD Gambiran masih berjalan. Karena faktor trauma itu jadi perlu pendampingan," jelas Imam.

Sponsored

Lebih jauh, Imam mengatakan orangtua berharap Shalfa tetap mau melanjutkan hobinya untuk senam lantai. Apalagi, Shalfa sudah menggeluti hobi itu sejak kecil. (Ant)

Berita Lainnya