sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Garuda menyesalkan pelecehan awak kabin oleh oknum penumpang

Garuda Indonesia beri perhatian serius bagi awak kabin yang alami tindakan pelecehan saat bertugas.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Jumat, 28 Agst 2020 19:41 WIB
Garuda menyesalkan pelecehan awak kabin oleh oknum penumpang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Maskapai Garuda Indonesia berkomitmen memberikan perhatian serius bagi awak kabin yang mengalami tindakan pelecehan ketika menjalankan tugas. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan memberikan dukungan penuh terhadap karyawannya. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menanggapai peristiwa pelecehan yang terjadi pada awak kabin oleh salah satu oknum penumpang pada rute penerbangan Biak-Jayapura, Jumat (28/8) hari ini. 

Irfan mengaku sangat menyesalkan dan menaruh perhatian serius terhadap peristiwa tersebut. Sebagai perusahaan yang senantiasa mengedepankan etika kesantunan dan pelayanan bermartabat dalam seluruh lini operasionalnya, Garuda Indonesia komitmen memberikan dukungan penuh terhadap karyawannya yang mengalami tindakan tidak menyenangkan saat bertugas. 

"Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memastikan hak karyawan untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama bekerja dapat terpenuhi dengan baik," kata Irfan dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (28/8).

Sponsored

Adapun, pelecehan tersebut terjadi pada penerbangan GA 650 rute Biak-Jayapura. Menurut dia, Pilot in Command (PIC) telah melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib di Bandara Sentani, Jayapura.

Dalam hal ini, Kepolisian Kesatuan Pelaksana Pengawasan Pelabuhan Udara (KP3U) dan Aviation Security (Avsec).
Lebih lanjut, penumpang yang melakukan tindakan pelecehan itu telah dijemput di dalam pesawat oleh pihak aviation security dan KP3U ketika pesawat mendarat di Bandara Sentani.

Irfan memaparkan, "Kedepan, kami harapkan hal ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak untuk terus membangun kesadaran atas pentingnya mengedepankan etika kesantunan dalam menggunakan moda transportasi publik. Di mana, hal ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama tanpa memandang status sosial, pangkat maupun jabatan".

Berita Lainnya